Kolase foto Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi. (Instagram/Edited by HerStory)
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Kuat Ma'ruf menyampaikan rasa terima kasihnya kepada majelis hakim. Hal ini lantaran rekaman CCTV rumah Ferdy Sambo yang berada di Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan diputar dalam persidangan kasus pembunuhan berencana terhadap Yosua.
Hal tersebut diungkap Kuat Ma'ruf usai mendengarkan kesaksaian ahli digital forensik, Hery Prayitno. Lewat rekaman CCTV yang diputar, Kuat Ma'ruf jadi tahu gerak-geriknya di dalam rumah tersebut tepat di hari Brigadir J tewas dibunuh.
"Saya terima kasih kepada Pak hakim yang telah mengizinkan memutar ulang. Jadi saya ketahuan kapan naiknya kapan turunnya. Terima kasih yang mulia," ucap Kuat di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (20/12/2022).
Mendengar pernyataan Kuat Ma'ruf, pengunjung sidang menyambutnya dengan tepuk tangan yang begitu riuh.
Di samping itu, dalam rekaman CCTV yang diputar, terekam Kuat Ma'ruf naik ke dalam lift berduaan dengan Putri Candrawathi.
Dalam video CCTV yang beredar, Putri Candrawathi yang baru saja pulang dari Magelang, langsung melakukan tes PCR di rumahnya. Tak lama setelahnya, ia pun masuk ke dalam lift diikuti oleh Kuat Ma'ruf.
Dalam rekaman CCTV yang diperjelas, tampak Putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf naik ke atas lantai tiga.
Netter sontak heboh melihat Kuat Ma'ruf yang masuk ke dalam lift bersama istri Ferdy Sambo. Padahal katanya, lift di rumah tersebut hanya untuk diperuntukkan keluarga Ferdy Sambo dan keluarga saja.
Sementara Kuat Ma'ruf yang hanya sebatas sopir ramai dipertanyakan mengapa bisa ikut masuk ke dalam lift tersebut.