Ilustrasi pasangan suami istri menonton film dewasa (Shutterstock)
Alih-alih mencari referensi gaya seks dengan menonton film dewasa bersama pasangan, justru hal ini malah bisa berdampak buruk bagi hubungan. Sebab, pasangan seharusnya bisa saling berkomunikasi untuk berbagi fantasi liar bukan dengan menonton film dewasa.
Seksolog Zoya Amirin menanggai hal ini, menurutnya memang boleh saja menonton film dewasa bersama pasangan. Namun, ada baiknya saling katakan saja apa keinginan dari masing-masing.
Menurut Zoya, komunikasi di ranjang perlu dilakukan, agar pasangan mengerti segala keinginannya dan bisa mendapatkan kepuasaan bersama-sama. Sebab, keseringan nonton film panas pun juga bisa merusak kenikmatan dan kepuasan dalam hubungan ranjang.
"Ini penting banget, ya, kalian perlu bertanya fantasi pasangan . Jadi, kamu bisa terhindar dari menonton film panas dan memikirkan yang bukan pasangan," ujar Zoya.
Setelah mengetahui fantasi pasangan, Zoya tak menyarankan untuk mengejek ide liar saat begituan lantaran tak perlu juga untuk dilakukan oleh setiap pasangan.
"Jangan pernah untuk mengolok-olok fantasi pasangan kamu, bahkan yang liar sekali pun. Jadi, kalau sudah berhasil berbagi fantasi, kehidupan begituan akan lebih terjaga," imbuhnya.
Dengan saling berbagi fantasi, tentunya akan ada keterbukaan dan pasangan pun akan merasa nyaman dan aman.
"Saling keterbukaan kunci utama pasangan untuk merasakan kenyamanan dan tak akan malu untuk berhubungan dengan kalian," jelasnya