Menu

Mengenal Social Omnivore, Jenis Diet yang Viral dan Bikin Melongo: Vegetarian tapi Kok Makan Daging?

10 Februari 2023 13:30 WIB

Ilustrasi diet. (Pinterest/Freepik)

HerStory, Jakarta —

Sejak awal tahun 2023, beredar jenis diet baru yang dinamakan sebagai social omnivore. Orang yang melakukan diet ini merupakan seorang yang menerapkan praktik makan ala vegetarian, tapi di saat yang sama mereka juga mengonsumsi produk hewani dan gak ada bedanya seperti pemakan daging pada umumnya.

Pada dasarnya orang yang tergolong social omnivore akan mengonsumsi makanan hasil masakan sendiri saat berada di rumah. Mereka biasanya menerapkan pola makan vegetarian dan hanya menggunakan bahan nabati saja.

Namun, saat berada di lingkup sosial, seperti ada perjamuan, maka kelompok ini akan mengonsumsi apapun yang terhidang. Mereka juga mengonsumsi daging saat menghadiri acara sosial.

Itulah sebabnya mengapa mereka di namanya secara social omnivore yang mana hanya akan mengonsumsi segala jenis makanan saat menghadiri acara sosial saja.

Kok bisa sih?

Beauty, bukan tanpa sebab social omnivore terbentuk, lho. Ternyata ini merupakan bentuk ‘pertahanan diri’ agar gak dikucilkan.

Melansir laman Times of India, Jumat (10/2/2023), ada ketakutan atau FOMO (Fear of Missing Out) yang muncul. Mereka takut akan dikucilkan dari pergaulan jika mengonsumsi makanan yang berbeda saat perjamuan.

Inilah yang membuat mereka tetap mengonsumsi daging secara berkala. Dengan begitu, mereka berusaha untuk mengurangi pandangan miring dari orang lain soal pola makannya.

Siapa yang memulainya?

Istilah ‘social omnivore’ dipopulerkan oleh penulis di Bon Appetit. Dulunya istilah ini lebih dikenal dengan sebutan ‘The Paris Exception’ pada tahun 2006 oleh seorang filsuf dan aktivis hak hewan, Peter Singer. 

Ia menuliskan soal pola makan ini dalam buku yang berjudul ‘The Way We Eat’. Intinya, pola makan ini adalah tetap mengonsumsi makanan berbahan daging dan bisa menikmatinya dalam waktu tertentu, seperti sedang liburan atau ada acara sosial. Di luar waktu itu, maka kamu bisa mengonsumsi makanan vegan.

Keuntungannya apa saja?

Para peneliti sepakat bahwa pola makanan seperti ini akan memberikan hasil yang lebih baik, baik bagi tubuh maupun kelangsungan planet. Orang yang menerapkan social omnivore juga lebih sehat sebab mengonsumsi lebih sedikit kalori dan lemak.

Dengan begitu, risiko penyakit juga semakin berkurang. Jika kamu menerapkannya juga, maka hidupmu bisa lebih fleksibel dalam memilih makanan, Beauty.

Artikel Pilihan