Menu

Stunting Masih Jadi Masalah Utama Kesehatan Anak Indonesia, Dokter Ungkap Cara Ampuh Untuk Mencegahnya, Ini yang Harus Dilakukan Moms!

13 Februari 2023 13:16 WIB

Ilustrasi anak-anak yang memiliki masalah gizi (Shutterstock/Gary Yam)

HerStory, Jakarta —

Kasus stunting atau masalah pertumbuhan anak masih menjadi permasalahan serius yag dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada di angka 24,4 persen atau ada sekitar 5,33 juta balita Moms.

Penyebab stunting tersendiri bisa dipengaruhi banyak faktor. Mulai dari lingkungan yang buruk seperti rumah yang tidak higienis, sanitasi air kurang baik, minim air bersih, dan juga jamban yang kurang layak.

Padahal untuk mewujudkan program pemerintah 'Indonesia Emas', salah satu hal yang harus ditekankan adalah memiliki sumber daya manusia yang unggul. Stunting sendiri merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizo kronis dan infeksi berulang.

Kondisi ini ditandai dengan panjang atau tinggi badannya yang berada di bawah standar. Menurut Dokter Umum RSA UGM dr. Annisa Nurul Pratiwi Sudarmadi, ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk mencegah stunting, antara lain:

1. Cegah kekurangan gizi

Masyarakat harus menerapkan gizi seimbang dalam makanan dengan keluarga yakni memastikan kelengkapan komponen karbohidrat, protein, dan lemak. Selain itu, hindari makanan junk food yang mengandung kalori dan kadar gula berlebihan.

2. Memperhatikan kesehatan produksi

Hal yang gak kalah penting yaitu dengan memperhatikan kesehatan produksi Moms. Caranya, atur jumlah dan jarak kehamilan serta cegah kehamilan di usia remaja.

3. Lakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala

Menjaga kesehatan dan mematikan gizi ibu hamil juga sangat penting dilakukan sebagai upaya pencegahan stunting. Pasalnya, dengan rutin periksa ke dokter, kamu bisa memantau pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.

4. Beri ASI eksklusif

Memberikan ASI saja sampai bayi beusia 6 bulan ya Moms. Setelah mencapai usia 6 bulan, si kecil mulai mendapat makanan pendamping ASI atau MPASI sampai usia 2 tahun. Di saat momen seperti inilah peran orang tua sangat penting dalam pemberian makan sesuai gizi seimbang anak.

5. Memantau pertumbuhan

Berikutnya yaitu dengan memantau perkembangan anak dengan bantuan KIA. Di dalam buku KIA, sudah ada kurva pertumbuhan bayi atau anak serta cara melakukan stimulasi dan deteksi dini perkembangan anak Moms.

Jadi, jika ada penyimpangan pada kurva pertumbuhan atau daftar perkembangan maka segera temui dokter anak untuk mendapatkan penanganan dengan tepat.

6. Miliki pola hidup sehat dan bersih

Menerapkan pola hidup sehat dan bersih dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Selain itu, jaga kebersihan lingkungan, serta membuang sampah pada tempat khusus ya Moms.