David Ozora, korban penganiayaan Mario Dandy anak eks pejabat (sindonews/Edited by HerStory)
Beauty, pasti kamu sudah mendengar kabar soal David yang dianiaya oleh Mario Dandy, anak eks pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.
Nah, kabarnya, David masih belum sadarkan diri dan penganiayaan tersebut membuatnya menderita diffuse axonal injury. Kabar ini telah dikonfirmasi oleh anggota Bidang Cyber dan Media PP GP Ansor Ahmad Taufiq.
"Menurut dokter bahwa ananda David kena diffuse axonal injury," kata Ahmad Taufiq saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (24/2/2023).
Lantas, tahukah kamu apa itu diffuse axonal injury?
Mengutip dari laman Healthline, Sabtu (25/2/2023), diffuse axonal injury (DAI) merupakan bentuk cedera otak traumatis.
Diffuse axonal injury ini bisa terjadi ketika otak dengan cepat bergeser di dalam tengkorak saat terjadi cedera.
Serat penghubung panjang di otak yang disebut akson terpotong saat otak berakselerasi dan melambat dengan cepat di dalam tulang tengkorak yang keras.
Biasanya, diffuse axonal injury ini menyebabkan cedera pada banyak bagian otak dan otak yang menderita ini biasanya mengalami koma.
Kondisi ini juga merupakan salah satu jenis cedera otak traumatis yang paling umum dan juga disebut sebagai salah satu yang paling merusak.
Tindakan yang harus segera dilakukan dalam kasus diffuse axonal injury adalah mengurangi pembengkakan dalam otak. Sebab, hal ini bisa menyebabkan kerusakan lebih lanjut.
Jika cederanya parah, maka ada kemungkinan keadaan vegetatif atau bahkan kematian. Namun, jika cederanya ringan hingga sedang, maka rehabilitasi dapat dilakukan.
Program pemulihan akan tergantung pada tiap individu, mulai dari terapi bicara, terapi fisik, terapi rekreasi, pekerjaaan yang berhubungan dengan terapi, pelaatihan peralatan adaptif, penyuluhan.
Fyi Beauty, banyak orang yang enggak selamat dari kondisi diffuse axonal injury. Sejumlah orang yang selamat dari cedera enggak sadarkan diri dan enggak pernah sadar kembali.
Dari sedikit yang sadarkan diri, banyak yang mengalami masalah jangka panjang, bahkan setelah melakukan proses rehabilitasi.