Ilustrasi anak alami obesitas (Freepik/Edited by HerStory)
Anak yang gemuk memang selalu mencuri perhatian karena dianggap menggemaskan. Namun, anak yang gemuk bisa berisiko obesitas lho, Moms.
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, 41 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.
Melansir dari laman Mayo Clinic, Sabtu (25/2/2023) berikut ini bahaya obesitas pada anak yang perlu Moms ketahui. Yuk, simak baik-baik, ya!
Moms, bukan rahasia lagi kalau anak yang kelebihan berat badan atau obesitas akan memiliki risiko lebih tinggi menderita diabetes tipe 2.
Salah satu ciri-ciri anak menderita diabetes yang perlu Moms perhatikan adalah sering buang air kecil. Jadi, Moms harus selalu waspada, ya.
Perlu Moms ketahui bahwa pola makan yang buruk dapat membuat anak bisa mengalami kolesterol dan juga tekanan darah tinggi.
Faktor-faktor ini dapat berkontribusi pada penumpukan plak di arteri yang bisa berujung pada masalah jantung dan stroke.
Masalah pernapasan juga menjadi salah satu komplikasi yang bisa diderita oleh anak obesitas, salah satunya adalah asma.
Enggak hanya itu saja Moms, anak obesitas juga mungkin akan mengalami sleep apnea, sebuah gangguan tidur yang berbahaya.
Berat badan yang berlebih dapat memberikan tekanan ekstra pada area pinggul dan lutut. Obesitas pada anak dapat berkontribusi pada penumpukan plak di arteri yang bisa berujung pada masalah jantung dan stroke.
NAFLD dapat menyebabkan timbunan lemak di organ hati. Kondisi ini dapat menyebabkan jaringan parut dan kerusakan hati.
Nah, itulah beberapa bahaya anak obesitas yang harus Moms waspadai. Hati-hati, ya!