Buah Tin atau Buah Ara. (Unsplash/Katya Azi)
Hayoo siapa di sini yang tak tahu buah tin? Sejak zaman kuno, buah tin telah dikaitkan dengan kesehatan karena manfaat yang dimilikinya.
Sama halnya dengan kurma, buah tin memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh, terutama jika dikonsumsi selama menjalankan puasa Ramadan, baik saat sahur maupun berbuka puasa.
Dikutip dari WebMD, Senin (6/3/2023), selain dikaitkan dengan manfaat kesehatan, buah tin juga dianggap sebagai simbol kemakmuran.
Secara simbolis, buah tin terkait dengan Demeter, dewi pertanian dan kesuburan Yunani serta menjadi buah yang dipersembahkan kepada dewa Bacchus di zaman Roma kuno.
Dirangkum oleh HerStory, berikut manfaat buat tin bagi kesehatan tubuh yang bisa kamu coba. Yuk, simak baik-baik, ya!
Buah tin dikenal menyehatkan dan mengencangkan usus. Dianggap sebagai pencahar alami karena kandungan seratnya yang tinggi.
Serat yang terdapat dalam buah tin memiliki sifat prebiotik, sehingga dapat memberi makan bakteri baik di usus. Selain itu, buah tin bisa meningkatkan kesehatan usus yang meningkatkan kesehatan pencernaan.
Buah tin, terutama yang matang, kaya akan senyawa tanaman pelindung yang disebut polifenol. Senyawa ini memiliki sifat antioksidan pelindung yang dapat membantu mencegah oksigen bereaksi dengan bahan kimia lain dan menyebabkan kerusakan pada sel dan jaringan.
Dengan demikian, polifenol adalah kunci untuk mengelola oksidasi.
Banyak dari kita mengonsumsi terlalu banyak natrium (garam) yang terdapat dalam makanan olahan. Asupan natrium yang tinggi dapat menyebabkan kekurangan kalium dan ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
Makanan kaya buah dan sayuran, termasuk buah tin segar, secara alami meningkatkan kadar potasium sehingga dianjurkan untuk membantu mengatur tekanan darah.
Sebuah studi yang meneliti efek spesifik dari ekstrak buah tin pada hewan menunjukkan adanya penurunan tekanan darah bagi mereka yang normal maupun hipertensi.
Buah tin adalah sumber mineral ramah tulang yang baik, termasuk kalsium, magnesium, dan fosfor. Buah tin sangat kaya akan kalsium, dengan beberapa penelitian menunjukkan kandungannya 3,2 kali lebih banyak daripada buah lainnya.
Menjadi sumber potasium yang baik dapat membantu menangkal ekskresi kalsium melalui urin, yang disebabkan oleh makanan tinggi garam. Ini pada gilirannya membantu menjaga kalsium dalam tulang dan dapat mengurangi risiko osteoporosis.
Karena tinggi serat makanan dan dikemas dengan vitamin serta mineral, buah tin dapat menjadi inklusi diet yang berguna untuk meningkatkan kepadatan nutrisi diet, yang pada gilirannya membantu manajemen berat badan.
Di samping itu, makanan berserat tinggi memberikan perasaan kenyang lebih lama dan dapat mengurangi rasa lapar.