Menu

Penderita Hipertensi Tolong Perhatikan Asupan Garam saat Sahur dan Berbuka, Efeknya Bisa Fatal, Begini Penjelasan Dokter Ahli!

28 Maret 2023 13:30 WIB

Ilustrasi memeriksa tekanan darah. (pinterest/freepik)

HerStory, Jakarta —

Beauty, bagi kamu penderita hipertensi, diharapkan untuk memantau asupan garam di setiap menu masakan selama bulan puasa, baik saat sahur maupun berbuka.

Pasalnya, jika tubuh terlalu banyak mengonsumsi garam, terlebih bagi kamu yang memiliki riwayat hipertensi, bisa datangkan berbagai penyakit serius.

Agar terhindar dari risiko yang bisa mengancam kesehatan, sebaiknya Beauty bisa mengikuti petunjuk dari Dokter spesialis gizi klinik di Rumah Sakit PELNI, dr. Eva Kurniawati, M.Gizi, Sp.GK.

Di mana dr. Eva menganjurkan kita untuk menghindari makanan tinggi garam dan lemak jenuh selama sahur dan berbuka karena dapat mengganggu puasa.

"Makanan yang tinggi garam dapat membuat Anda merasa sangat haus di siang hari. Makanan asin yang umum dimakan saat sahur antara lain mi instan, makanan olahan seperti keripik, makanan kaleng," kata Eva seperti dikutip dari Antara, Selasa (28/3/2023).

Selain makanan tinggi garam, hidangan tinggi lemak jenuh dan lemak trans juga perlu dihindari saat sahur dan berbuka puasa, seperti makanan yang diolah dengan cara digoreng dan mengandung santan yang dipanaskan berulang kali.

"Makanan ini menyebabkan waktu transit di lambung lama, potensi menimbulkan kembung, memperparah refluks asam lambung dan jumlah kalori yang sangat besar, sehingga peningkatan risiko untuk kenaikan berat badan selama Ramadan," jelas dr. Eva.

dr. Eva juga mengatakan, gula sederhana dan makanan pedas pun termasuk dalam daftar hidangan yang perlu dihindari selama puasa.

Pasalnya, gula sederhana dapat membuat seseorang merasa sangat lesu bahkan hanya satu atau dua jam setelah sahur.

Sedangkan makanan pedas dapat mengiritasi lambung dan memicu masalah pencernaan saat berpuasa.

Selain itu, dr. Eva menyarankan agar seseorang menghindari mengonsumsi minuman yang mengandung kafein selama Ramadan.

Hal ini agar kita lebih kuat saat menjalani puasa. Karena minuman berkafein memiliki efek diuretik yang meningkatkan risiko dehidrasi.

"Selain itu, kamu dianjurkan tak makan berlebihan dengan porsi protein, vitamin, dan karbohidrat yang seimbang," ujar dr. Eva.

Tak hanya itu, dr. Eva juga menyarankan kita untuk menyantap makanan sehat dan bergizi seimbang selama sahur dan berbuka puasa.

Yakni, memilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, dan vitamin untuk memberikan energi dan nutrisi yang cukup selama puasa. Nutrisi ini bisa didapatkan dari roti gandum, oatmeal, sayuran, dan buah-buahan segar.

Sebagai alternatif, kita juga bisa mengganti jenis lemak dengan sumber lemak yang lebih sehat dalam jumlah terbatas. Sumber yang lebih sehat ini termasuk lemak tak jenuh seperti minyak zaitun dan alpukat, serta omega-3 dan omega-6 dari ikan dan kacang-kacangan. Dan pastikan untuk minum air yang cukup saat sahur dan berbuka puasa agar tubuh tetap terhidrasi selama berpuasa.

Share Artikel:

Oleh: Nailul Iffah

Artikel Pilihan