Menu

5 Tips Aman Puasa untuk Pengidap Batu Ginjal Menurut Dokter Ahli, Camkan Ya Beauty!

10 April 2023 10:00 WIB

Ilustrasi makanan untuk kesehatan ginjal. (Hello Sehat)

HerStory, Jakarta —

Beauty, beberapa orang yang mengidap batu ginjal mungkin merasa ragu, apakah boleh menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan?

Dijelaskan oleh dr. Andry Giovanny, Sp.U, selaku Dokter Spesialis Urologi Eka Hospital Bekasi, penderita batu ginjal boleh berpuasa asalkan mengikuti pola yang dianjurkan oleh ahlinya.

Buat Beauty yang tetap ingin menjalankan puasa, ada beberapa hal yang patut diperhatikan. Pasalnya, puasa bisa menyebabkan tubuh kekurangan cairan.

Di mana hal tersebut bisa berdampak buruk bagi penderita batu ginjal saat menjalankan puasa. Agar Beauty tetap bisa menjalankan puasa, dr. Andry memberikan beberapa tips yang bisa kamu jalankan. Yuk, simak!

1. Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Asupan cairan tubuh adalah hal esensial yang harus tetap terjaga bagi penderita batu ginjal. Untuk menghindari dehidrasi pada saat berpuasa, tetap konsumsi minimal 8 gelas air putih sehari pada saat sahur dan berbuka puasa.

Beauty bisa membagi takarannya 4 gelas pada saat sahur dan 4-6 gelas pada saat dan setelah waktu berbuka puasa.

Selain air putih, Beauty juga bisa mendapatkan asupan cairan tubuh melalui konsumsi sayuran berkuah seperti sup atau buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka dan jeruk.

2. Jaga pola makan pada saat sahur dan buka puasa

Selain cairan tubuh, nutrisi yang masuk ke dalam tubuh juga harus diperhatikan karena dapat menentukan kondisi kesehatan tubuh.

Nah, penderita batu ginjal dianjurkan untuk tak mengonsumsi makanan seperti:

  • Makanan tinggi akan garam dan oksalat, karena dapat memicu pembentukan batu ginjal dalam urin. Sebaiknya, hindari makanan seperti daging kaleng, mie instan, sayur bayam, kacang almond, kacang mete, coklat, bit, dan ubi jalar.
  • Makanan yang engandung protein hewani tinggi, karena dapat mengganggu pH urin dan meningkatkan risiko untuk membentuk batu ginjal. Kurangi konsumsi makanan seperti  telur, daging ayam, sapi, kambing, dan keju.
  • Makanan tinggi akan fosfat, karena kandungan kalsium fosfat yang ada di dalamnya dapat memicu pembentukan atau memperparah batu ginjal.
  • Kurangi asupan makanan seperti seafood dan daging merah. Sebaiknya, konsumsi makanan berdasar tumbuhan dan kaya akan nutrisi seperti,
  • Sayuran dan buah tinggi kandungan air, seperti seledri, timun, selada, tomat, zucchini, semangka, pir, nanas, dan sayuran dan buah lainnya yang tinggi akan kandungan air.
  • Makanan tinggi akan kandungan kalsium dan vitamin D. Jika kadar kalsium tubuh rendah maka kadar oksalat dalam tubuh dapat meningkat. Beauty bisa mendapatkan sumber kalsium dari susu, keju tanpa garam, yogurt, tahu tofu, dan sayuran hijau gelap.
  • Makanan rendah oksalat, seperti sawi, kubis, kembang kol, jamur, bawang bombay, kacang polong, dan buah-buahan seperti pisang, apel, dan lemon.
  • Kurangi asupan garam pada makanan, karena dapat meningkatkan kadar kalsium dalam urin dan berisiko untuk menjadi batu ginjal.

3. Mengonsumsi obat dari dokter secara rutin

Meski sedang berpuasa, obat-obatan yang diresepkan tetap harus dikonsumsi dengan rutin. Pemberhentian konsumsi obat dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius.

Sehingga pastikan untuk tetap mengonsumsi obat pada saat sahur dan berbuka puasa.

4. Hindari konsumsi suplemen vitamin C berlebih

Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang paling bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh. Namun konsumsi vitamin C secara berlebihan dapat memicu peningkatan kadar oksalat, yang merupakan senyawa yang dapat membentuk batu ginjal.

Penderita batu ginjal tidak perlu lagi mengonsumsi asupan vitamin C dari suplemen. Cukup konsumsi vitamin C secukupnya dari makanan seperti buah-buahan jeruk, lemon, dan stroberi.

5. Rutin berkonsultasi ke dokter

Sebelum memulai puasa, sebaiknya konsultasikan kondisi penyakit batu ginjal yang Beauty miliki dengan dokter. Perlu diketahui setiap orang pasti memiliki kondisi yang berbeda, sehingga tidak dianjurkan berpuasa apabila kondisi penyakit sudah cukup parah.

Apabila diperbolehkan untuk puasa, sebaiknya cek rutin ke dokter setiap setidaknya 2 minggu sekali untuk mengetahui kondisi tubuh selama berpuasa.

Lalu, jika ada gejala-gejala yang muncul selama berpuasa, segera berhentikan puasa untuk sementara dan temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Nah, semoga informasinya bermannfaat, ya!

Artikel Pilihan