Menu

Please Jaga Buah Hati saat Kumpul Keluarga Moms, Ini 5 Bahaya Jika Bayi Terlalu Sering Dicium, Waspada Ya!

26 April 2023 18:49 WIB

Ilustrasi bayi sedang tertidur. (Unsplash/Emmalee Couturier)

HerStory, Jakarta —

Moms, bayi memiliki wangi yang khas yang mampu menyihir banyak orang. Sayangnya, banyak yang gak mampu menahan diri dengan cara mencium dan menyentuh buah hati secara intens.

Moms, perlu diketahui bahwa bayi memiliki tubuh yang rentan dan mudah terserang penyakit. Salah satu penularan penyakit yang umum terjadi adalah lewat kecupan.

Sistem kekebalan tubuh bayi belum sepenuhnya berkembang sehingga rentan menyalami infeksi penyakit. Bahkan, ada beberapa ancaman penyakit yang mungkin menyerang bayi jika sering dicium.

Apalagi di musim Lebaran ini sering diselenggarakan kumpul keluarga. Moms, jagalah bayi atau beri imbauan agar anggota keluarga gak mencium bayi secara sembarangan untuk menjaga kesehatan buah hati, ya.

Kira-kira apa saja ya? Yuk, simak selengkapnya dalam artikel berikut ini, Moms!

1. Herpes Simpleks

Herpes simpleks disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) dan dapat menimbulkan lepuhan, luka pada bibir dan kulit di sekitarnya, demam, kesulitan makan, serta pembengkakan kelenjar getah bening di leher bayi.

2. Kissing Disease (Mononukleosis)

Penyakit ini disebabkan oleh virus Epstein-Barr yang terdapat di dalam air liur dan dapat menyebar melalui mencium atau bersin. Bayi yang mengalami kondisi ini dapat menunjukkan gejala seperti demam, lemas, ruam kulit, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

3. Sariawan karena Infeksi Jamur Candida (Thrush)

Sariawan pada bayi disebabkan oleh infeksi jamur Candida. Ketika seseorang mencium bayi, jamur ini dapat berpindah ke dalam mulut bayi dan menyebabkan sariawan.

Gejala yang muncul antara lain bercak-bercak atau lapisan putih di dalam mulut, lidah, langit-langit, serta gusi bayi yang tampak kering dan pecah-pecah, rewel, dan enggan menyusu.

4. Meningitis

Bakteri Meningitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri merupakan kondisi serius yang dapat membahayakan nyawa bayi. Gejala-gejala yang muncul antara lain lemas, demam, kejang, leher kaku, muntah-muntah, dan sulit dibangunkan.

5. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

ISPA paling sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Virus atau bakteri penyebab ISPA juga terkandung di air liur dan dapat ditularkan ketika bayi dicium atau saat orang tersebut batuk atau bersin di dekat bayi. Gejala yang muncul antara lain batuk pilek, demam, dan sesak napas.

6. Pneumonia

Pneumonia yang merupakan radang paru-paru, dapat dengan mudah menjangkiti bayi yang sering dicium. Penyebab penyakit ini dapat berasal dari virus, bakteri, atau jamur, dan dapat menyebar melalui tangan atau benda yang terkontaminasi, selain melalui percikan air liur.

Beberapa gejala yang bisa timbul saat anak mengalami pneumonia adalah batuk, sesak napas, demam, gak bergairah atau tampak lemas, dan nafsu makan menurun. Bayi yang menderita pneumonia perlu segera dibawa ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel Pilihan