Kopi Hitam. (Unsplash/Edited by HerStory)
Beauty, saat membeli kopi, kamu pasti gak asing dengan istilah robusta dan arabika. Keduanya merupakan jenis biji kopi yang paling populer digunakan oleh coffee shop.
Sekilas, kedua biji kopi ini memang tampak sama. Padahal, ada perbedaan signifikan antara robusta dan arabika, baik dari segi bentuk biji hingga rasanya.
Nah, biar kamu gak tertukar, yuk kenali perbedaan biji kopi robusta dan arabika sebagaimana sudah HerStory kutip dari The Roasters Pack, Selasa (30/5/2023).
1. Bentuknya
Baik robusta dan arabila memiliki bentuk biji yang hampir sama jika dilihat sekilas. Namun, saat kamu mengamatinya dari dekat, ada perbedaan cukup mencolok.
Biji robusta memiliki bentuk yang cenderung bundar, sementara arabika cenderung lonjong. Nah, bentuk ini tentu sangat berpengaruh pada rasanya, sehingga arabika dan robusta mengasilkan sensasi cukup signifikan di mulut.
2. Rasa dan aroma
Perlu kamu ketahui Beauty, cita rasa robusta cenderung pahit dan kuat. Jika dirasakan, kopi robusta memberikan aftertaste mirip kacang tanah karena kadar kafein yang lebih tinggi dibanding arabika.
Sementara itu, arabika cenderung terasa manis, ringan, dan asam. Bahkan, arabika bisa memiliki aftertaste seperti buah.
3. Kadar kafein
Seperti disebutkan sebelumnya, robusta memiliki kadar kafein tinggi, yakni 2,7 persen, sementara arabika 1,5 persen. Ini membuat robusta lebih pahit dibandingnkan arabika.
3. Proses pengolahan
Gak cuma itu Beauty, pengolahan kedua biji ini pun sangat berbeda. Arabika umumnya diolah dengan basah agar lapisan kulit tanduk biji kopinya mudah dilepas.
Sementara robusta bisa diolah mengunakan metode kering maupun basah. Pengolahan kering lebih mudah dan terjangkau karena biji kopi hanya perlu dijemur di bawah terik matahari.