Ilustrasi wanita obesitas yang menjadi pelupa. (Freepik/phanuwatnandee)
Beauty, kelebihan berat badan disebabkan oleh penumpukan lemak karena pola makan yang gak kekontrol. Kondisi ini umumnya disebut sebagai overweight atau bahkan obesitas.
Namun tahukah Beauty, meski sama-sama kelebihan lemak dalam tubuh, overweight dan obesitas merupakan kondisi yang berbeda lho. Nah, biar gak ketuker, yuk kenali apa saja perbedaan overweight dan obesitas sebagaimana sudah HerStory kutip dari Very Well Health, Senin (5/6/2023).
1. Obesitas
Perlu kamu ketahui, obesitas merupakan kondisi yang terjadi karena penumpukan atau kelebihan lemak. Menurut penghitungan melalui IMT (Indeks Massa Tubuh), obesitas ditunjukkan dengan angkat IMT lebih dari 25.
Gak sekadar masalah berat badan biasa, obesitas masuk ke dalam gangguan kesehatan serius. Sebab, obesitas dikaitkan dengan masalah jantung, diabetes, dan lainnya.
2. Overweight
Berbeda dengan obesitas, overweight merupakan kondisi kelebihan berat badan. Seseorang dianggap overweight jika IMT berada pada angka lebih dari 23 sampai 25.
Overweight juga kondisi di mana berat badan seseorang berada di atas ideal. Meski gak separah obesitas, overweight yang dibiarkan dapat menjadi obesitas.
Lantas bagaimana cara menghitung IMT? Cuss simak panduannya berikut ini.
IMT merupakan standar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang digunakan untuk menentukan kategori indeks massa tubuh. Berikut kategori IMT klasifikasi WHO, yang sudah HerStory kutip dari situs Kementerian Kesehatan Indonesia.
Rumus penentuan IMT, yaitu berat badan (kg) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (m). Sederhananya, Berat Badan (kg) : Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m).