Menu

Mengenal CRT Terapi Resinkronisasi Jantung yang Dianjurkan untuk Penderita Gagal Jantung, Kepoin di Sini Yuk Beauty Cara Kerjanya!

14 Juni 2023 13:00 WIB

Ilustrasi penyakit jantung. (pinterest/freepik)

HerStory, Jakarta —

Beauty, pernah mendengar metode CRT atau terapi resinkronisasi jantung? CRT merupakan metode terbaru dalam mengatasi permasalahan bilik jantung yang tidak dapat berkontraksi dengan baik.

Terapi CRT digunakan untuk menurunkan risiko terkena gagal jantung. Penggunaan CRT dilakukan untuk membantu meningkatkan irama jantung dan gejala yang terkait dengan aritmia.

Alat CRT dapat mensinkronkan detak dinding jantung supaya kerja lebih baik menggunakan alat bernama alat pacu jantung biventrikular.

Penggunaan alat tersebut bekerja dengan mengirimkan sinyal listrik ke kedua bilik bawah jantung (ventrikel kanan dan kiri), yang kemudian akan memicu ventrikel untuk berkontraksi dengan cara yang lebih terkoordinasi, yang meningkatkan pemompaan darah keluar dari jantung.

Siapa yang membutuhkan CRT atau terapi resinkronisasi jantung?

Dikatakan oleh dr. Simon Salim, Sp.PD-KKV, Mkes, AIFO, FINASIM, FACP, FICA, terapi resinkronisasi jantung digunakan pada pasien yang memiliki gangguan irama jantung dan diduga berisiko terkena gagal jantung.

"Ketika mengalami gagal jantung, otot-otot jantung akan melemah seiring waktu dan mungkin tidak dapat memompa cukup darah untuk menopang tubuh," jelas dr. Simon.

Jika semakin memburuk, ini dapat menyebabkan asupan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tubuh semakin berkurang.

Sebelum menentukan apakah seseorang membutuhkan CRT atau terapi resinkronisasi jantung, dokter perlu memeriksa terlebih dahulu kesehatan jantung, diikuti pemeriksaan menyeluruh dengan cardiac imaging.

Peru diketahui sebelumnya, dr. Simon menjelaskan bahwa adanya pertimbangan pemasangan CRT jika seseorang menunjukan beberapa gejala seperti:

  • Memiliki gejala gagal jantung sedang hingga berat
  • Ruang pompa (ventrikel) jantung tidak bekerja dengan sinkron
  • Hasil tes menunjukkan jantung semakin melemah dan membesar
  • Tidak adanya pengaruh yang terlihat dari obat-obatan dan perubahan gaya hidup dalam mengendalikan risiko gagal jantung

Pelaksanaan CRT atau terapi resinkronisasi jantung

Sebelum operasi pemasangan CRT, dokter akan menginstruksikan pasien terkait hal yang harus dilakukan dan hindari, seperti tidak makan dan minum dan tidak mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Maka, penting bagi pasien memberikan detail dan riwayat kesehatan serta obat-obatan agar prosedur dapat berjalan dengan lancar.

Selama operasi, pasien berada dalam pengaruh obat suntik sehingga tubuh lebih rileks dan mengantuk. Prosedur biasanya akan berjalan selama 30 - 90 menit tergantung dari respon dan kondisi tubuh pasien selama masa operasi.

Dokter akan memulai prosedur dengan memberikan sayatan kecil di dekat tulang selangka untuk menaruh selang kateter untuk pemasangan alat CRT.

informasi lebih lanjut di halaman selanjutnya ya!

Alat akan dimasukan ke dalam jantung melalui pembuluh darah dengan bantuan panduan dari mesin sinar-X. Setelah pemasangan baterai selesai, dokter akan menguji alat dengan mengirimkan impuls listrik.

Jika alat bekerja dengan baik, dokter akan melanjutkan dengan menempatkan alat pacu jantung CRT ke dalam tubuh pasien dan menghubungkannya dengan kateter yang sudah ditempatkan sebelumnya.

Setelah prosedur CRT

Setelah pemasangan alat CRT selesai, dokter akan menutup kembali luka dengan jahitan dan pasien dibawa ke ruangan pemulihan setelah operasi dan dipantau selama beberapa waktu.

Top Stories

Artikel Pilihan