Menu

Waspada Gejala Penyakit Hati Berlemak, 4 Perubahan di Kulit Ini Bisa Jadi Tanda Peringatan Serius Beauty!

18 Juni 2023 18:35 WIB

Ilustrasi penyakit perlemakan hati atau fatty liver (Shutterstock/Edited By HerStory)

HerStory, Jakarta —

Beauty, kita tahu bahwa hati adalah organ integral tubuh, membawa lebih dari 500 fungsi tubuh yang penting. Hati membantu memecah makanan yang kamu makan untuk diubah menjadi energi dan juga menghilangkan racun dari darah.

Nah, masalah dengan hati dapat berarti masalah bagi kesehatan secara keseluruhan. Salah satu kondisi tersebut adalah penyakit hati berlemak yang disebabkan oleh penumpukan lemak di hati.

Dalam kebanyakan kasus, penyakit hati berlemak, juga dikenal sebagai penyakit hati berlemak non-alkohol, tak menunjukkan gejala pada tahap awal. Saat penyakit berkembang, ia dapat mulai menunjukkan tanda-tanda di seluruh tubuh.

Penyakit hati berlemak berkembang dalam empat tahap dan tahap keempat dan terakhir dikenal sebagai sirosis. Sirosis adalah jaringan parut pada hati yang disebabkan oleh kerusakan hati jangka panjang yang terus menerus, menurut NHS UK.

Gejala pada kulit

Perlu kamu ketahui, Beauty, beberapa orang dengan sirosis hati akan melihat empat perubahan pada kulit mereka. Ini termasuk:

  • Kulit yang gatal
  • Menguningnya kulit dan mata
  • Garis merah kecil pada kulit di atas pinggang
  • Mudah memar

Tanda-tanda lain dari sirosis hati

Selain tanda-tanda pada kulit, seseorang mungkin juga mengalami gejala berikut:

  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan
  • Mual dan muntah
  • Nyeri di sekitar area hati
  • Sering mimisan atau gusi berdarah
  • Rambut rontok
  • Serangan demam dan menggigil
  • Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, telapak kaki dan perut

Ingat ya Beauty, penting untuk kamu berkonsultasi dengan dokter jika kamu mengalami salah satu dari gejala yang disebutkan di atas.

Faktor risiko

Ada beberapa faktor risiko yang dapat membuat kamu berisiko lebih tinggi terkena penyakit hati berlemak ini, Beauty.

Ini termasuk obesitas atau kelebihan berat badan, diabetes tipe 2, resistensi insulin seperti sindrom ovarium polikistik, tiroid yang kurang aktif, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, sindrom metabolik, berusia di atas 50 tahun dan merokok.

Sirosis bisa berakibat fatal

Kerusakan yang disebabkan oleh sirosis sangat parah dan tak dapat dikembalikan. Jika tak diobati tepat waktu untuk memperlambat perkembangannya, pada akhirnya bisa menjadi sangat luas sehingga hati berhenti berfungsi.

Ini disebut gagal hati, yang bisa berakibat fatal. Namun, biasanya dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai tahap ini. Mendapatkan perawatan tepat waktu sangat penting untuk meningkatkan peluangmu terkena, Beauty.

Share Artikel:

Oleh: Riana Agustian