Ilustrasi daging (Freepik/Edited by HerStory)
Jelang Iduladha, tentu tak mungkin untuk melewatkan momen makan-makan daging kurban. Meski rasanya sangat nikmat, mengonsumsi daging kurban, baik itu sapi maupun kambing harus diperhatikan batasannya, ya.
Seperti diketahui, daging kambing dan sapi dapat memicu kolesterol tinggi. Sejatinya, kolesterol tak berbahaya, karena dibutuhkan untuk tubuh membangun dinding sel, mendukung metabolisme, serta membuat berbagai hormon, seperti estrogen dan testosteron.
Kadar kolesterol setiap daging itu berbeda-beda. Lantas, antara daging sapi dan kambing, mana kandungan kolesterol yang lebih tinggi?
Melansir dari Kementerian Kesehatan, Rabu (21/6/2023) daging kambing mengandung 75 mg kolesterol. Sementara itu, daging sapi (potongan sirloin) mengandung sekitar 90 mg.
Sedangkan daging sapi tanpa lemak mengandung 65 mg kolesterol. Artinya daging kambing memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah daripada sapi.
Selain itu, daging kambing juga mengandung beragam nutrisi baik yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, lemak, kalium, zat besi, zinc, kalsium, selenium, fosfor, folat, vitamin B, vitamin K, dan vitamin E.
Namun selama ini, daging kambing dianggap menjadi penyebab kolesterol tinggi. Padahal, hal tersebut disebabkan oleh pengolahannya yang tak tepat.
Daing kambing seringkali diolah menjadi gulai dengan santan kental atau sate dibumbui sasmbal kacang. Kedua pengolahan tersebut jelas sangat tinggi lemak dan kolesterol.
Nah, supaya terhindar dari kolesterol tinggi, sebaiknya olah daging kambing dengan cara dibakar atau dipanggang. Selain itu, bagian berlemak juga seharusnya dihilangkan dan konsumsi daging merahnya saja
Selama pengolahannya tepat, daging kambing bisa jadi sumber protein baik dan menyehatkan. Nah, guna menetralisir kolesterol jahat, kamu bisa mengonsumsi buah-buahan kaya serat, seperti apel, jeruk, anggur, nanas, dan semangka.