Ilustrasi sebelum tindakan sedot lemak. (Freepik/kuprevich)
Beauty, pola hidup yang nggak sehat seringkali menjadi pemicu seseorang mengalami obesitas. Bagi mereka yang mengalami obesitas, rentan terkena penyakit berbahaya.
Dijelaskan oleh Dr. dr. Peter Ian Limas, Sp. B, Subsp. B. D. (K)Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif RS Pondok Indah – Pondok Indah, di beberapa kasus, bedah bariatrik bisa jadi solusi untuk mengatasi obesitas, antara lain:
"Bedah bariatrik merupakan teknik pembedahan yang memiliki risiko sebanding dengan risiko pembedahan mengangkat kandung empedu yang ada di semua rumah sakit," jelas Dr. Peter dalam siaran persnya, Minggu (2/7/2023).
Bedah bariatrik jadi pilihan yang tepat untuk menurunkan berat badan, terlebih bagi pasien yang memiliki komorbid diabetes dan hipertensi. Selain itu, juga bisa menghilangkan risiko gangguan jantung, ginjal,stroke, dan kanker.
Tujuan utamanya bukan membuat langsing, tetapi menyelamatkan pasien obesitas dari komplikasi, seperti stroke dan serangan jantung. Merupakan efek langsung dari diabetes, hipertensi, dan hiperkolesterolemia yang dapat menyerang pasien obesitas.
Setelah pembedahan bariatrik, pasien bisa pulang pada hari kedua perawatan, sama seperti kebanyakan pasien setelah pengangkatan usus buntu atau kandung empedu. Bedah bariatrik 99 persennya dilakukan dengan teknik laparoskopi, yaitu pembedahan dengan sayatan kecil.
"Setelah pembedahan memang harus berkonsultasi dengan dokter dalam jangka waktu panjang. Bersifat monitoring untuk mendampingi pasien menjalani gaya hidup yang baru," tambah Dr. Peter.
Efek bedah bariatrik lebih permanen dari diet manapun. Terlebih jika didukung dengan perubahan pola makan dan rutin olahraga setelah pembedahan.
Tingkat komplikasi pada pembedahan sleeve gastrectomy (pembedahan bedah bariatrik paling populer saat ini) hanya sekitar 1 dari 1.000 pasien, lebih rendah dibandingkan dengan pembedahan kandung empedu.
Bedah bariatrik memiliki efek luar biasa untuk menyembuhkan atau setidaknya mengurangi kelainan metabolik seperti diabetes, hipertensi, dan hiperkolesterolemia.
Bedah bariatrik yang paling sering dilakukan yakni sleeve gastrectomy, sangat jarang menyebabkan malnutrisi. Tubuh kurus yang dicapai dengan pembedahan bariatrik merupakan kurus karena pembakaran lemak, kurus paling alami yang mungkin bisa didapat,
Ternyata, bedah bariatrik sudah ada sejak 1968.
Nah, Beauty, itulah seputar fakta mengenai bedah bariatrik yang bisa menurunkan berat badan secara permanen.