Ilustrasi obesitas. (Freepik/subinpumsom)
Beauty, tahukah kamu bahwa obesitas jadi salah satu faktor meningkatnya risiko berbagai penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian.
Buat Beauty yang mengalami obesitas, sebaiknya jaga berat badan di angka ideal dan melakukan Medical Check Up (MCU) untuk melihat potensi penyakit tersembunyi yang bisa diatasi sebelum berkembang semakin buruk.
Dilansir dari Kementerian Kesehatan (kemenkes) 39 persen dari orang dewasa berusai 18 tahun ke atas kelebihan berat badan dan 13 persen mengalami obesitas.
Tak hanya itu, obesitas jadipenyebab kematian populasi di berbagai negara di dunia dibandingkan dengan berat badan yang kurang. Obesitas dapat meningkatkan risiko kematian karena kondisi ini mengubah metabolisme manusia.
Dikutip dari Cleveland Clinic, sel-sel lemak yang membesar karena tubuh menyimpan kalori berlebih mengeluarkan hormon dan bahan kimia lain yang menghasilkan respons peradangan.
Peradangan kronis merusak tubuh dan salah satunya membuat resistensi insulin. Di mana tubuh tidak mampu menggunakan insulin untuk menurunkan kadar glukosa darah dan lipid darah (gula dan lemak dalam darah) secara efisien.
Gula darah tinggi dan lipid darah (kolesterol dan trigliserida) juga berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi. Faktor risiko gabungan ini dikenal sebagai sindrom metabolik.
Berkontribusi pada banyak penyakit terkait, termasuk diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, penyakit hati berlemak, penyakit ginjal, batu empedu. Kelebihan lemak juga dapat memadati organ sistem pernapasan dan memberi tekanan dan ketegangan pada sistem muskuloskeletal.
Hal ini menyebabkan asma, apnea tidur, sindrom hipoventilasi obesitas, osteoartritis, sakit punggung, dan encok.
Untuk mengetahui seseorang obesitas atau tidak, diperlukan pengecekan yang dilakukan oleh dokter. Hal ini bisa didapatkan melalui MCU. Berikut beberapa tahapan yang akan dijalankan dalam pengecekan.
Melihat riwayat kesehatan
Dikutip dari Mayo Clinic, dokter akan melihat dan mengambil informasi terkait riwayat kesehatan meliputi riwayat berat badan, upaya penurunan berat badan, aktivitas fisik dan kebiasaan olahraga, pola makan dan kontrol nafsu makan, kondisi lain yang dialami, obat-obatan, tingkat stres, dan masalah lain tentang kesehatan.
Dokter juga akan meninjau riwayat kesehatan keluarga untuk mengetahui apakah seseorang memiliki kecenderungan untuk mengidap penyakit tertentu.
Pemeriksaan fisik umum
Pemeriksaan fisik umum termasuk mengukur tinggi badan, memeriksa tanda-tanda vital, seperti detak jantung, tekanan darah dan suhu, mendengarkan jantung dan paru-paru, dan memeriksa perut.
Menghitung BMI
Dokter akan memeriksa indeks massa tubuh (BMI) . BMI 30 atau lebih dianggap obesitas. Angka yang lebih tinggi dari 30 bahkan lebih meningkatkan risiko kesehatan.
BMI ini harus diperiksa setidaknya setahun sekali karena dapat membantu menentukan risiko kesehatan secara keseluruhan dan perawatan apa yang dibutuhkan.
Mengukur lingkar pinggang
Lemak yang tersimpan di sekitar pinggang, terkadang disebut lemak visceral atau lemak perut. Ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
Perempuan dengan ukuran pinggang (lingkar) lebih dari 35 inci (89 sentimeter) dan pria dengan ukuran pinggang lebih dari 40 inci (102 sentimeter) memiliki risiko kesehatan daripada orang dengan ukuran pinggang lebih kecil. Seperti pengukuran BMI, lingkar pinggang sebaiknya diperiksa minimal setahun sekali.
Memeriksa masalah kesehatan lainnya
Dokter akan memeriksa kemungkinan masalah kesehatan lainnya, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, tiroid yang kurang aktif, masalah hati, dan diabetes.
Dengan informasi-informasi dari pemeriksaan MCU, risiko penyakit bisa dikendalikan oleh dokter dengan memberikan perawatan yang tepat terhadap pasien.
MCU bisa membantu pengobatan dan penyembuhan, dapat mengurangi risiko komplikasi, mendorong kebiasaan sehat, serta membantu kamu untuk menjaga berat badan.