Menu

Banyak Dipercaya, Benarkah Nasi Dingin Lebih Biak untuk Pengidap Diabetes daripada Nasi Panas? Simak Tanggapan Dokter Yuk Moms!

17 November 2023 16:35 WIB

Ilustrasi nasi putih. (Unsplash/edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Banyak sekali pasien diabetes yang batasi konsumsi nasinya karena dianggap bisa meningkatkan kadar gula darah. Bahkan, nasi putih yang dingin disebut lebih sehat karena mengandung sedikit gula dibandingkan nasi panas. Apakah hal tersebut benar adanya?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Bekasi, dr. Melisa Diah Puspitasari, Sp.PD mengatakan satu porsi nasi putih biasanya disajikan dalam bentuk 100 gram, dan mengandung 130 kalori yang dinilai cukup banyak untuk pasien diabetes.

"Oleh karena itu diabetisi disarankan untuk membatasi konsumsi nasi putihnya karena dapat menaikan kadar gula darah," ujar dr. Melisa.

Ia menambahkan, nasi panas mengandung kadar karbohidrat yang tinggi karena gula yang terkandung di dalamnya mudah untuk terurai dan diserap oleh sistem pencernaan sehingga dapat menyebabkan lonjakan gula darah setelah makan.

Tapi kata dr. Melisa, bukan berarti kadar gula di dalam nasi dingin berkurang. Suhu pada nasi tak berpengaruh pada kadar gula yang ada di dalamnya, namun nasi yang didinginkan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi diketahui akan menghasilkan sebuah zat bernama pati resisten.

"Zat pati resisten adalah jenis serat yang tidak dicerna oleh tubuh, sehingga tidak diserap oleh tubuh. Zat tersebut dapat juga difermentasi oleh usus besar yang kemudian akan digunakan sebagai makanan bagi bakteri baik di dalam usus. Proses fermentasi ini dapat menyebabkan peningkatan sensitivitas insulin dan pengurangan lemak perut yang baik bagi diabetisi," bebernya.

Pati resisten ini biasa ditemukan dalam karbohidrat yang dimasak kemudian didinginkan, salah satunya yaitu nasi dingin. Bahkan, zat pati resisten ditemukan lebih banyak pada nasi yang dihangatkan kembali setelah sebelumnya didinginkan. 

Selain itu nasi dingin yang dihangatkan kembali juga akan mengalami penurunan kandungan nutrisi, termasuk kadar karbohidrat yang lebih rendah jika dibandingkan dengan nasi yang baru dimasak.

Melalui fenomena ini, dr. Melisa beri tips sebelum menyantap nasi di waktu makan utama, yaitu diletakkan beberapa saat di suhu ruang lalu dimasukkan ke dalam dalam kulkas untuk menghindari pertumbuhan spora dan kuman bila dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. 

"Atau bisa juga nasi yang disimpan di kulkas dipanaskan kembali sebelum dikonsumsi. Meski nasi dingin tidak dapat menurunkan kadar gula darah, namun mengonsumsi nasi dingin dapat menghambat lonjakan kenaikan kadar gula darah setelah makan," katanya.

Perlu diingat, hal yang penting dalam mengonsumsi makanan bagi diabetisi adalah porsi dari bahan makanan tersebut. Diabetisi masih dapat mengonsumsi nasi hangat namun dalam jumlah yang tak banyak. Bukan berarti pula diabetisi yang memilih memakan nasi dingin dapat mengonsumsi dalam porsi yang besar atau bahkan dua piring saji.