Menu

Bukan Cuma Demam Berdarah, Ini yang Sebabkan Kadar Trombosit Kamu Rendah Beauty, Tiati Tanda Penyakit Berbahaya!

01 Januari 2024 12:20 WIB

Ilustrasi sakit karena demam berdarah. (Pinterest/Freepik)

HerStory, Jakarta —

Beauty, tahukah kamu soal trombosit? Menurut dr. Amadeo Drian Basfiansa di laman Alodokter pada 29 Desember 2023, ternyata trombosit merupakan salah satu bagian darah yang bisa membekukan darah.

"Normalnya, trombosit normal berkisar pada rentang 150.000-450.000 per mikroliter darah. Bila jumlahnya kurang dari 150 ribu, kondisi ini disebut dengan trombositopenia dan gejala yang dapat timbul diantaranya adalah mudah lebam, mimisan dan gusi berdarah," jelas dr. Amadeo Drian Basfiansa dikutip Herstory, Senin (1/1/2024).

Di sisi lain, menurut dr. Amadeo ternyata ada beberapa kondisi yang bisa membuat kamu terkena trombositopenia, salah satunya demam berdarah dengue lho! Cusss langsung simak aja berikut ini.:

  1. Covid-19
  2. Kondisi idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP)
  3. Bisa jadi karena efek samping obat, misalnya antibiotik golongan sulfonamida.
  4. Kecanduan alkohol dalam jangka panjang,
  5. Kelainan genetik.
  6. Thrombotic thrombocytopenic purpura
  7. Demam berdarah dengue (DBD)

Di sisi lain, dr. Amadeo menjelaskan jika infeksi virus yang tak spesifik pun bisa menyebabkan trombositopenia.

"Yang jelas, karena trombositopenia itu lebih kepada tanda-tanda penyakit dan bukannya penyakit itu sendiri, akan ada gejala lain yang menyertai trombositopenia bila itu adalah sebuah penyakit. Misalnya, bila trombositopenia terjadi akibat DBD, selain trombositopenia nya itu sendiri akan ada juga gejala demam, rasa ngilu pada sendi, sakit kepala, lemas dan semacamnya," tutur dr. Amadeo.

Sementara itu, jika kadar trombosit kamu rendah tapi tak merasakan gejala apapun bisa saja itu karena infeksi ringan, maka akan segera membaik dengan sendirinya karena kekebalan tubuh kamu.

Meski bisa sembuh sendiri, alangkah baiknya Beauty melakukan pemeriksaan pada dokter agar bisa dokter bisa mencari tahu melalui riwayat, pemeriksaan fisik jika memang ada kelainan tertentu.

"Penanganan yang akan Anda terima nanti tergantung dari hasil pemeriksaan ini," tutur dr. Amadeo.

Artikel Pilihan