Menu

Orgasme Gak Melulu Soal 'Muncrat', Normal Gak Sih Wanita yang Tak Pernah Merasakannya?

10 Juni 2024 02:30 WIB

Illustrasi Wanita Orgamse (Foto/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Mungkin banyak sekali wanita yang berpikir tanda orgasme adalah muncrat atau squirting. Padahal, gal selamanya seperti itu lho Moms!

Hal itu hanya dilihat dari film porno saja. Rupanya, banyak wanita tak gak pernah merasakan demikian. Lalu, apakah itu normal?

Psikolog Klinis Dewasa, Inez Kristanti membenarkan wanita orgasme muncrat adalah hal normal, itu karena yang dikeluarkan merupakan cairan encer yang disebut squirting, tapi nggak semua wanita seperti itu loh. 

"Ada cewek yang orgasmenya muncrat ada yang enggak. Tapi nggak selalu dan nggak semua cewek begini (muncrat), ada yang udah klimaks tapi nggak keluar apa-apa, dan itu nggak apa-apa loh," ujar Inez Kristanti melalui konten edukasi di Instagram pribadinya, dikutip dari laman sindikasi konten suara.com, Senin (10/6/2024). 

Sehingga meskipun wanita orgasme tanpa memuncratkan encer, tapi wanita tetap merasa puas setelah hubungan seks yang dilakukan. 

Jadi orgasme tak muncrat tak perlu dikhawatirkan, apalagi sampai menganggap diri sendiri tak normal. 

"Jadi jangan ekspektasi kita atau pasangan kalau orgasme selalu begitu ya," kata Inez. 

Ia juga menambahkan, terjadinya squirting tak selalu ditunjukkan dengan air meluap alias banjir berlebihan di area organ intim. Apalagi jika sampai menjadikan bintang film porno atau film bokep (porn star) sebagai rujukan itu salah kaprah, karena muncratan air yang keluar dari organ intim wanita tak selalu squirting loh. 

"Soalnya squirting itu kan sifatnya nggak disengaja, dan kita nggak bisa perintah diri kita sendiri untuk squirt kapanpun kita mau. Nadi buat kebutuhan akting dan suapaya keliatan banyak, bisa aja pornstar melakukan faking dengan pipis," beber Inez.

Melansir Hello Sehat, squirting adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keluarnya cairan dari vagina saat mencapai orgasme atau stimulasi seksual yang intens. 

Cairan ini biasanya berasal dari kelenjar Skene yang terletak di dalam vagina dan berfungsi mirip seperti prostat pada lelaki. 

Cairan squirting punya ciri-ciri cenderung lebih kental, jumlah lebih sedikit, dan mirip dengan air mani lelaki. Dalam kandungan cairan ini terdiri dari air, dengan sedikit kandungan zat-zat organik seperti urea, kreatinin, dan glukosa. 

Menariknya ternyata squirting tak hanya bisa terjadi saat wanita orgasme tapi juga saat mendapatkan rangsangan seksual. 

Jika squirting terjadi bersamaan dengan orgasme, tanda yang bisa dikenali seperti otot vagina berkontraksi sekitar 1 kali per detik, sebanyak 5 hingga 8 kali. Detak jantung dan pernapasan semakin cepat. 

Lalu wajah, leher, dan dada berubah menjadi kemerahan, vagina terasa semakin basah, dan klitoris terasa semakin sensitif, bahkan terasa tak nyaman saat disentuh.

Artikel Pilihan