Menu

Usung Tema 'Year of Extraordinary Women', ArtScience Museum di Singapura Luncurkan Pameran Istimewa! Intip Yuk Beauty...

24 Juni 2024 20:25 WIB

ArtScience Museum di Singapura (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Beauty, kamu pastinya tahu Marina Bay Sands di Singapura kan? Marina Bay Sands kerap dijadikan destinasi bisnis, rekreasi, dan hiburan terkemuka di Asia. Resor ini tentu menjadi banyak pilihan para turis yang ingin berlibur hingga menjadi sangat ikonik.

Kini, ArtScience Museum di Marina Bay Sands baru saja meluncurkan sebuah pameran istimewa sebagai realisasi tema ‘Year of Extraordinary Women’.

Pertunjukan besar ini membahas, merayakan, dan mengungkap kisah-kisah hidup tokoh perempuan yang hidupnya telah berdampak kepada lingkungan masyarakat dari dekade demi dekade – mulai dari ikon perempuan dunia yang juga merupakan salah satu seniman perempuan paling berdampak dari masa ke masa, Frida Kahlo, dan juga karakter perempuan yang sangat sering ditampilkan pada film-film epik karya rumah animasi Studio Ghibli.

Pameran pertama untuk tahun yang spesial ini ialah Goddess: Brave. Bold. Beautiful (Para Dewi: Berani. Percaya Diri. Anggun.), sebuah pameran yang mewah dan penuh kekuatan yang diluncurkan pada bulan April lalu menyoroti tokoh perempuan ikonis pada industri layar kaca dan Pameran pertama untuk tahun yang spesial ini ialah Goddess: Brave. Bold. Beautiful (Para Dewi: Berani. Percaya Diri. Anggun.), sebuah pameran yang mewah dan penuh kekuatan yang diluncurkan pada bulan April lalu menyoroti tokoh perempuan ikonis pada industri layar kaca dan layar lebar yang berhasil mendobrak batasan, melawan stereotip, dan memberikan dampak feminisme melalui representasi diri mereka di dalam maupun di luar layar. 

Pada bulan Mei, ArtScience Museum juga mempertunjukkan dua pameran baru yang merayakan seniman dan ikon kebudayaan Meksiko, Frida Kahlo, yang mengusung judul Frida Forever (Frida Selamanya).

Sementara itu, yang tak kalah dinantikan, pameran The World of Studio Ghibli (Dunia Studio Ghibli) dijadwalkan untuk terlaksana pada bulan Oktober mendatang bertepatan dengan perayaan akhir tahun. 

Menyoroti film-film animasi Jepang ikonis yang diproduksi oleh Studio Ghibli, pameran masif yang imersif ini akan menjadi salah satu yang terbesar – menawarkan pengalaman teatrikal interaktif dalam skala yang luar biasa. 

Pengunjung diajak untuk berinteraksi secara langsung dengan beberapa karakter Ghibli favorit mereka, serta memasuki dimensi film-film animasi Jepang favorit seperti My Neighbor Totoro, Princess Mononoke and Spirited Away.

“Pameran dan program-program yang kami persiapkan untuk tahun ini akan berpusat pada perayaan sekaligus apresiasi atas hikayat kehidupan tokoh perempuan yang telah berhasil mendobrak dan melampaui narasi konvensional. Studio Ghibli telah menciptakan beberapa karya animasi yang dicintai dan diakui kualitasnya dari masa ke masa. Film-film mereka yang mewah secara visual mengeksplorasi topik-topik humanis seperti ekologi dan alam, serta banyak menampilkan beragam tokoh wanita yang berkarakter kuat, mandiri, kompleks; tetap sensitif; namun bisa dipahami maknanya. Dengan demikian, pameran ini – rasanya akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah kami – sangat sempurna melengkapi tema ‘Year of Extraordinary Women’ kami. Dengan mengarahkan fokus pada esensi revolusi gender yang disorot dalam silver screen berjudul Goddess; serta kepada salah satu seniman yang paling berdampak sepanjang masa berjudul Frida Forever; tidak lupa juga melakukan proses kurasi untuk program-program selama satu tahun ke depan yang berpusat pada isu perempuan dalam kesenian dan ilmu pengetahuan; kami akan menjadikan tahun 2024 sebagai tahun penting yang penuh kesan bagi ArtScience Museum,” jelas Honor Harger, Vice-President of ArtScience Museum at Marina Bay Sands.

Goddess: Brave. Bold. Beautiful

Karpet merah telah digelar hingga 11 Agustus, menjadi jalan memasuki pameran Goddess: Brave. Bold. Beautiful. ArtScience Museum mengundang pengunjung untuk masuk ke dalam perjalanan visual melalui 120 tahun sejarah gambar bergerak yang akan menampilkan rangkaian tokoh penting dalam layar lebar dari masa Hollywood klasik dan Asia masa kini yang dikemas secara mewah dan eksklusif.

Menyambungkan narasi yang direpresentasikan oleh isi film dan televisi dari masa ke masa, Goddess menyorot penggambaran evolusi perempuan seiring dengan inisiatif seniman perempuan untuk menggabungkan kualitas mega bintang yang mereka miliki dengan keuletan dan kerja keras dalam membentuk peran yang memang mereka inginkan; mengambil kendali kreatif; serta menavigasikan diri melalui seluk beluk bias yang nyata dalam industri ini. 

Menampilkan tokoh-tokoh legendaris seperti Marilyn Monroe, Dorothy Dandridge, dan Michelle Yeoh yang perjalanan karirnya merefleksikan perjuangan perempuan melawan stereotip gender konservatif dan rasial. 

Tak lupa, pameran ini memperlihatkan bagaimana salah satu karakter terkenal seperti femme fatale mengkonfrontasi persepsi dan perlakuan masyarakat terhadap perempuan yang sebenarnya. 

Pameran ini menawarkan persepsi baru terhadap karya perfilman serta momen-momen yang direpresentasikannya.

Kisah-kisah ini akan diungkapkan melalui delapan (8) zona, yang menampilkan lebih dari 150 harta karun sinematik dan momen-momen nyata di balik layar; seperti karya fotografi, arsip dokumen, serta proyeksi visual digital. 

Terdapat juga 19 pasang kostum asli yang digunakan ketika syuting oleh Marilyn Monroe, Zendaya, Billy Porter, Tilda Swinton, dan Zhang Ziyi, yang tentunya berlawanan dengan aturan mode yang bersifat kaku dan tradisional. 

Hal tersebut menjadi salah satu cara para selebriti ini mempertanyakan kembali persepsi mengenai gender di masyarakat.

Diproduksi oleh Australian Centre for the Moving Image (ACMI), lembaga terkemuka Australia yang mengapresiasi film, TV, dan game melalui pameran, pemutaran film, dan acara-acara yang berlokasi di Melbourne, iterasi baru ini diciptakan melalui kolaborasi dengan ArtScience Museum juga menyoroti tokoh-tokoh film di Asia yang telah meninggalkan kesan mendalam pada para penggemar serta memainkan peran profesif dan menginspirasi dalam pergeseran nilai-nilai sosial dan budaya.

Selain menampilkan legenda opera Tiongkok Yam Kim-fai dan ikon-ikon film Asia Lisa Lu, Gong Li, Joan Chen, serta Tang Wei, bagian baru dalam pameran ini juga menunjukkan tiga aktris – Saloma, Maria Menado, dan K Fatimah – dari masa keemasan sinema Melayu di Singapura yang berlangsung dari tahun 1940an hingga 1970an.

Selain itu, aktris Singapura Fann Wong telah bergabung dengan deretan pahlawan wanita tangguh dan memukau dalam “Goddess”, setelah menunjukkan kemampuan bertarungnya dalam berbagai film dan serial TV lokal yang mengesankan. 

Fann Wong juga menjadi aktris Singapura pertama yang mendobrak pintu Hollywood, di mana beliau berperan sebagai tokoh utama, Chon Lin, dalam film aksi-komedi “Shanghai Knights” (2003) bersama Jackie Chan dan Owen Wilson.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza