Menu

Merry Riana: Industri Edukasi Punya Prospek Panjang di Tengah Ketidakpastian Global

12 Juli 2025 22:52 WIB

Merry Riana saat menghadiri penandatanganan MoU dengan Kemenparekraf (Siaran Pers/Kemenparekraf.go.id)

HerStory, Jakarta —

Pasca pencatatan saham perdana PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendiri sekaligus Direktur Utama Merry Riana menekankan bahwa sektor pendidikan, khususnya pendidikan nonformal dan pengembangan soft skill, memiliki prospek jangka panjang yang kuat, bahkan di tengah ketidakpastian global.

Menurut Merry, edukasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mendesak yang akan selalu dicari.

"Edukasi itu bukan sebuah tren, tapi edukasi itu adalah sebuah keharusan, sebuah hal yang memang menjadi prioritas. Jadi gak peduli situasinya seperti apa, selalu akan ada demand untuk edukasi," jelas Merry Riana di gedung Bursa Efek Indonesia, dikutip Jumat (11/7/2025).

MERI yang berfokus pada pelatihan soft skill seperti kepemimpinan, public speaking, kepercayaan diri, dan kewirausahaan, melihat peningkatan minat dari kalangan remaja dan orang tua terhadap program-program pendidikan non-akademik. 

"Itu menjadi suatu hal yang saya yakin bukan hanya anak-anak remaja, tapi para orang tua pun juga sangat tahu betapa pentingnya soft skill seperti itu," ujar Merry.

Setelah resmi tercatat sebagai emiten pendidikan nonformal pertama di papan pengembangan BEI, MERI juga merencanakan ekspansi ke bidang literasi keuangan dan kewirausahaan. Tujuannya adalah menghadirkan pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Dan ke depannya pun juga ada banyak hal yang sesungguhnya sedang kita rencanakan untuk benar-benar bukan hanya edukasi secara pelajaran sekolah, tapi literasi keuangan, entrepreneurship, hal-hal yang sungguh-sungguh berdampak nyata, sehingga apa yang mereka dapatkan bisa ada hasil nyatanya di masyarakat," tutur Merry.

Langkah MERI untuk masuk ke pasar modal dinilai sebagai sinyal positif bagi sektor pendidikan secara keseluruhan. 

Hal ini membuktikan bahwa industri edukasi, terutama yang fokus pada kualitas SDM dan pengembangan soft skill memiliki peluang ekonomi yang kuat sekaligus peran penting dalam pembangunan nasional.

"Ini menjadi sejarah untuk dunia pendidikan, menjadi institusi pendidikan yang pertama melantai di Bursa Efek Indonesia papan pengembangan. Dan semoga signal ini memberikan signal yang positif, bahwa ini sekali lagi bukan hanya kemenangan secara finansial, tapi menunjukkan bahwa edukasi harus menjadi prioritas bagi bangsa ini," tutup Merry.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan