Menu

Dari Banten hingga Yogya, Guardian Sebarkan Gaya Hidup Bersih dan Sehat

17 Juli 2025 00:19 WIB

Sumber konten: istimewa

HerStory, Jakarta —

Di tengah kenyataan bahwa lebih dari 293 ribu sekolah di Indonesia belum memiliki akses memadai terhadap air minum, sanitasi, dan kebersihan dasar, gerakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat menjadi semakin mendesak. Melalui program Guardiancares yang kini memasuki tahun ketiga, langkah konkret untuk mengatasi isu ini kembali dijalankan.

Selama Juli hingga November 2025, Guardiancares akan menjangkau 12 sekolah di wilayah Banten, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Program ini mengusung misi membangun fasilitas sanitasi seperti sumur dan toilet, sekaligus mengedukasi siswa tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kolaborasi lintas sektor turut memperkuat pelaksanaannya, melibatkan Human Initiative dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Angka dari Kemenkes tahun 2022 menunjukkan bahwa anak usia sekolah menjadi kelompok yang rentan terhadap penyakit seperti diare dan tipus akibat keterbatasan sanitasi. Padahal, pencegahan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun dan air bersih terbukti mampu menekan risiko penyakit menular hingga 40%, menurut penelitian Bank Dunia. Jika dibarengi perilaku higienis lain, seperti tidak buang air besar sembarangan dan mengelola air minum dengan baik, efektivitas pencegahan bisa mencapai 80–90%.

Head of Marketing Guardian Indonesia Malvin Tarigan menyampaikan, “Kami percaya, akses sanitasi yang layak dan edukasi PHBS adalah fondasi untuk menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan produktif. Kombinasi antara ketersediaan fasilitas dan edukasi kesadaran gaya hidup bersih dan sehat akan bermanfaat dalam jangka panjang.”

Sejak 2022, Guardiancares telah mendistribusikan lebih dari 50.000 produk kebersihan ke berbagai wilayah. Tahun ini, partisipasi masyarakat menjadi bagian dari perjalanan program, dengan mekanisme donasi sukarela senilai Rp1.000 melalui pembelian sabun di toko-toko Guardian.

Dukungan dari sektor kemanusiaan pun mengalir. President Human Initiative Tomy Hendrajati menyampaikan, “Kami sangat mengapresiasi kepedulian Guardian Indonesia pada anak-anak, utamanya di area yang sangat membutuhkan. Kami memastikan program ini berjalan secara partisipatif, melibatkan relawan, komunitas, dan pihak sekolah agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas dan menciptakan perubahan yang berkelanjutan.”

Dari sisi pemerintah, keterlibatan dalam Guardiancares juga menjadi langkah sinergis dalam mencapai target nasional. “Program seperti Guardiancares sejalan dengan upaya dan target pemerintah dalam mempercepat peningkatan akses sanitasi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah. Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan agar semakin banyak anak Indonesia yang bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, dan sadar akan pentingnya menjaga kebersihan sejak dini,” tutur Ira Octaviana Madjid dari Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, Kemenkes RI.

Tidak sekadar program CSR tahunan, Guardiancares menggambarkan bagaimana dunia pendidikan, komunitas, dan sektor swasta dapat bersatu dalam gerakan yang menyentuh sisi paling dasar dari gaya hidup sehat: akses air bersih dan kebiasaan menjaga kebersihan sejak dini.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Top Stories

Artikel Pilihan