Sumber konten: istimewa
Batik makin hari makin dekat dengan generasi muda. Di ajang Gelar Batik Nusantara (GBN) 2025, model sekaligus Puteri Indonesia 2014 Elvira Devinamira tampil memesona sebagai ikon acara. Ia mengenakan batik karya desainer Faisal Shah yang memadukan unsur tradisional dan modern.
Elvira tampil anggun dengan batik Merawit khas Cirebon yang kaya warna dan detail. Menurut Faisal, pilihan motif ini sangat pas dengan karakter Elvira.
“Batik Merawit aku rasa sangat cocok dengan personal Elvira sebagai Bright Bussines Women,” ujar Elvira dikutip Rabu (6/8/2025).
Yang membuat busana ini menarik adalah desainnya yang fleksibel. Terdiri dari atasan jaket dan rok batik, outfit ini bisa dipakai bareng atau dipadu dengan pakaian lain. “Batik ini bisa di-mix and match sesuai keinginan. Jadi kalau mau pakai atasannya saja lalu pakai bawahan jeans bisa, atau pakai roknya saja juga bisa, so I love the versatility,” jelas Faisal.
Desain Faisal juga dilengkapi aksen kristal dan kancing berbentuk bunga emas yang terinspirasi dari mahkota pengantin. Sentuhan detail ini menambah kesan elegan, tapi tetap terasa ringan untuk dipakai sehari-hari.
Lewat karya ini, Faisal ingin menunjukkan bahwa batik nggak harus selalu terlihat formal. Ia berharap desainnya bisa menginspirasi anak muda untuk lebih percaya diri memakai batik dalam berbagai aktivitas. “Aku berharap desain ini dapat merepresentasikan generasi muda modern terutama gen Z dan milenial agar bisa menggunakan batik di berbagai kesempatan,” katanya.
Faisal melihat masih banyak anggapan bahwa batik hanya cocok dipakai ke acara resmi atau ke kantor. Padahal, menurutnya, dengan potongan yang lebih modern, batik bisa jadi outfit yang nyaman dipakai untuk jalan-jalan, hangout, bahkan kegiatan santai lainnya. “Itulah mengapa cutting yang aku buat terlihat lebih modern dan tidak terlalu tradisional, karena aku ingin memberi pesan kepada generasi muda bahwa batik itu bisa tetap digunakan di berbagai aktivitas keseharian, tapi tetap bisa memberi statement,” lanjutnya.
Soal tren, Faisal bilang sekarang makin banyak anak muda yang tertarik eksplorasi batik dan tenun yang lebih berwarna. Ia mencontohkan batik tenun Gedog dari Tuban yang kini mulai dilirik para desainer. “Beberapa waktu ke belakang, tenun tidak terlalu dieksplore, tapi sekarang sepertinya tengah menjadi tren,” ujarnya.
Bagi Faisal, batik adalah sesuatu yang spesial. Ia selalu ingin membuat desain yang nggak cuma cantik, tapi juga bisa relate dengan gaya hidup masa kini. Bahkan, ia berharap suatu saat ada teknologi yang bisa mendukung pelestarian batik. “Semoga suatu saat mungkin akan ada aplikasi khusus batik, karena Indonesia sudah cukup maju di bidang fashion dan desain. Jika dipadukan dengan teknologi sepertinya akan lebih menarik,” tutupnya.
Ajang GBN 2025 jadi bukti kalau batik bisa tampil lebih segar dan dekat dengan keseharian. Dari acara resmi sampai ngopi santai, batik bisa jadi pilihan gaya yang tetap keren dan khas Indonesia.