Menu

Inovasi Bedah Tulang Belakang Hadir di Jakarta, Gandeng Pakar Korea Selatan

18 Agustus 2025 17:08 WIB

Sumber konten: istimewa

HerStory, Jakarta —

Untuk pertama kalinya di Indonesia, pelatihan eksklusif bertajuk 1st Biportal Endoscopic Spine Course in Indonesia digelar di RS Jakarta pada 15–16 Agustus 2025. Acara ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan teknik bedah tulang belakang, khususnya prosedur endoskopi biportal (BESS) yang kian diminati karena minim invasif dan semakin diakui secara global.

Selama dua hari, para dokter spesialis bedah saraf berkesempatan mempelajari langsung teknik operasi terbaru dari pakar internasional dan nasional. Hari pertama difokuskan pada Interlaminar Lumbar Approach, sementara hari kedua membahas Interlaminar Cervical Approach. Selain sesi teori, peserta juga dapat menyaksikan tindakan BESS secara langsung serta melakukan diseksi kadaver dalam sesi praktik intensif.

“Workshop ini akan menjadi wadah penting untuk berbagi ilmu. Kami dari pihak RS Jakarta sangat mendukung pengembangan teknologi medis (terutama dalam bidang bedah saraf) sehingga kami bisa menghadirkan layanan kesehatan berbasis ilmu terkini,” jelas dr. Dina Harum, MARS, Direktur RS Jakarta, dikutip Sabtu (16/8/2025).

Sorotan utama pelatihan ini adalah kehadiran dua pakar endoskopi tulang belakang asal Korea Selatan, dr. Daejung Choi dan dr. Sung Won Cho, sebagai International Faculty. Kehadiran mereka melengkapi jajaran pengajar nasional, yakni Dr. dr. Wawan Mulyawan, Sp.BS (K), Subspes. N-TB, FINSS, FINPS, AAK, dr. Danu Rolian, Sp.BS, FINSS, FINPS, dr. Dimas Rahman, Sp.BS, MARS, FTB, FINSS, dan dr. Deni Nasution, Sp.BS (K) Spine.

“Workshop ini akan menjadi pengalaman langsung yang sangat berharga untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan peserta dalam teknik minimal invasif yang semakin menjadi standar global dalam penanganan kasus tulang belakang. Jadi memungkinkan peserta dapat menguasai teknik endoskopi tulang belakang, BESS khususnya, dengan berbagai akses seperti transforaminal atau interlaminar,” ujar Dr. dr. Wawan Mulyawan, pelopor endoskopi BESS di Indonesia.

Ia menambahkan, “Dalam dua hari ini kami yakin nanti para dokter spesialis bedah saraf yang hadir akan mampu mengimplementasikan teknik endoskopi tulang belakang ini secara efektif sehingga dapat memberikan perbaikan kualitas hidup para pasiennya.”

Sementara itu, dr. Dimas Rahman menyebutkan manfaat luas dari pelatihan ini. “Kami sangat antusias dapat menjadi bagian dari penyelenggaraan Biportal Endoscopic Spine Course pertama di Indonesia. Pelatihan ini banyak manfaatnya, antara lain membuka jalan peningkatan skill dokter spesialis bedah saraf dan ortopedi di bidang endoskopi tulang belakang (baik lumbal dan cervical) dan mempelajari teknik mutakhir dalam bidang tulang belakang langsung dari ahlinya.”

Ia menambahkan bahwa perkembangan BESS di Indonesia sebenarnya sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. “Jadi perkembangan teknologi kedokteran di Indonesia sudah tidak kalah dengan yang ada di luar negeri, dan tentunya biaya di sini lebih terjangkau,” kata dr. Dimas.

Acara ini diharapkan dapat memperkuat transfer pengetahuan lintas negara serta mempercepat pengembangan keahlian tenaga medis di Indonesia, sejalan dengan tren global bedah tulang belakang yang semakin menekankan pada metode minimal invasif.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan