Menu

Paper UNFOLD 2025 Jadi Panggung Generasi Baru Pebisnis Lokal, Intip Yuk!

16 Oktober 2025 11:15 WIB

Paper Untold (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Gaya berbisnis generasi baru kini tak lagi soal ekspansi besar-besaran, Beauty. Tetapi juga tentang bagaimana menjaga legacy sambil memanfaatkan teknologi.

Yups, pesan ini menjadi sorotan utama dalam ajang Paper UNFOLD 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (14/10/2025). 

Dalam forum yang diinisiasi Paper, platform invoicing B2B terkemuka di Indonesia, mempertemukan lebih dari seribu pelaku usaha, profesional, investor, dan pemimpin industri lintas sektor untuk membahas arah masa depan bisnis Indonesia.

Mengusung tema “Rooted in Legacy, Rising with Technology,” forum ini menjadi ruang bagi para pelaku bisnis lokal untuk berbagi pengalaman menjaga nilai warisan sekaligus beradaptasi dengan digitalisasi. 

“Bisnis yang bertahan bukan yang tumbuh paling cepat, tapi yang paling adaptif terhadap perubahan,” ujar Yosia Sugialam, Co-Founder & CEO Paper, Kamis (16/10/2025).

Menurut Yosia, Paper UNFOLD dirancang agar para pengusaha bisa mengambil keputusan berbasis data tanpa kehilangan nilai-nilai yang membentuk identitas bisnis mereka.

Pada momen itu, ia menegaskan bahwa legacy tidak harus ditinggalkan demi inovasi, tetapi justru bisa menjadi fondasi kokoh dalam menghadapi transformasi digital.

Dalam sesi Founders’ Playbook, Eunike Selomith, Co-Founder & CEO dr soap, menjadi salah satu figur yang menghidupkan semangat New Generation of Founders. 

“Transformasi bukan hanya soal ekspansi, tapi bagaimana menjaga DNA brand tetap kuat sambil beradaptasi,” ungkap Eunike. 

Ia menambahkan, penggunaan teknologi seperti platform Paper membantu menyederhanakan proses administratif dan pembayaran, sehingga ia bisa fokus pada pengembangan produk dan pengalaman pelanggan.

Tak hanya itu, Paper UNFOLD 2025 juga menghadirkan beragam tokoh inspiratif lintas industri, seperti Cinta Laura Kiehl, Edward Tirtanata (Kopi Kenangan), dan Hendra Tanumihardja (BCA), yang membahas isu seperti smart payment, keberlanjutan bisnis keluarga, dan kepemimpinan perempuan.

Adanya gelaran ini sekaligus menjadi momentum bagi Paper memperkenalkan wajah barunya, simbol dari semangat agility dan adaptasi yang menjadi DNA perusahaan.

“Rebranding ini bukan sekadar perubahan visual, tapi refleksi dari semangat pengguna kami: modern, adaptif, dan relevan,” tutur Nadya Prasetyo, Head of Brand & Marketing Paper.

Dengan lebih dari 700.000 pelaku usaha di seluruh Indonesia dan transaksi mencapai Rp57 triliun, Paper kini memantapkan diri sebagai bagian dari ekosistem bisnis digital yang tumbuh bersama para pebisnis generasi baru yang menyeimbangkan visi, efisiensi, dan nilai kemanusiaan di setiap langkahnya.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan