Menu

Generasi Muda Kembangkan Pangan Lokal untuk Gaya Hidup Sehat, Gimana Caranya?

18 Oktober 2025 00:04 WIB

Indofood (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Gaya hidup sehat kini tak lagi sekadar tren, Beauty. Dari dapur kampus, 96 mahasiswa Indonesia tengah meneliti pangan fungsional berbasis bahan lokal lewat Program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2025–2026, lho.

Adanya program ini mendukung riset yang berfokus pada inovasi pangan sehat yang tak hanya bergizi, tapi juga punya manfaat bagi tubuh.

Penyerahan bantuan dana penelitian dilakukan di Jakarta, menandai semangat baru dalam dunia riset anak muda.

Dari 735 proposal yang diterima Indofood, hanya 96 yang lolos seleksi ketat oleh sembilan tim pakar lintas bidang, mulai dari teknologi pangan, pertanian, gizi, hingga bioteknologi.

Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Indrayana, mengatakan peningkatan partisipasi mahasiswa menunjukkan kesadaran baru terhadap pentingnya pangan sehat.

“Tahun ini kami menerima 735 proposal dan meloloskan 96 penelitian. Angka ini naik sekitar 20i tahun sebelumnya. Ini menunjukkan antusiasme mahasiswa meningkat untuk melakukan penelitian, khususnya di bidang pangan fungsional dari berbagai aspek keilmuan,” ujarnya.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2006, Indofood Riset Nugraha telah mendanai lebih dari 1.200 penelitian.

Tahun ini, tema “Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal” dipilih karena relevan dengan tren gaya hidup sehat yang berbasis bahan alami Indonesia dari rempah, hasil laut, hingga tanaman tropis.

Menurut Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc., Ketua Tim Pakar IRN, pangan fungsional adalah makanan yang bukan hanya mengenyangkan, tapi juga menyehatkan.

“Masih banyak sumber pangan fungsional bernilai gizi tinggi di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pemanfaatannya juga dapat berdampak pada pengembangan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Menariknya, beberapa penelitian yang lolos mengangkat konsep plant-based food dan inovasi pangan modern. Salah satunya, riset dairy-free imitation cream cheese berbahan lokal Kalimantan Barat oleh Hamzah Akram Maulana dari Universitas Tanjungpura, dan telur fungsional dengan suplemen organik oleh Kalisha Nirmala Chandra dari Universitas Gadjah Mada.

Selain pendanaan, para peneliti muda ini akan mendapat pendampingan dari tim pakar IRN serta pelatihan soft skill untuk membangun karakter tangguh.

Bagi Beauty yang semakin sadar pentingnya makan sehat, riset ini jadi bukti bahwa gaya hidup sehat bisa dimulai dari cita rasa lokal dan dari generasi muda yang mencintai bumi lewat sains dan pangan alami, lho!

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan