Ilustrasi wanita investasi kripto. (Pixabay/Edited By HerStory)
Aplikasi crypto exchange PINTU melalui produk derivatifnya, Pintu Futures, memperkenalkan dua fitur baru yakni Adjustable Leverage dan Initial Margin Buffer. Langkah ini diambil untuk memperkuat perlindungan bagi trader sekaligus meningkatkan fleksibilitas dalam aktivitas perdagangan aset kripto berjangka di Indonesia.
Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, mengatakan kedua fitur tersebut merupakan hasil dari masukan pengguna dan kebutuhan pasar yang semakin matang terhadap produk derivatif kripto.
“Kami selalu mendengarkan masukan dari para pengguna Pintu Futures dan kini kami hadirkan fitur yang bisa memberikan fleksibilitas yaitu Adjustable Leverage dan juga fitur Initial Margin Buffer untuk mengurangi risiko trading derivatif crypto,” ujar Iskandar dikutip Jumat (31/10/2025).
Fitur Adjustable Leverage memungkinkan pengguna mengatur leverage mulai dari 1x hingga 25x. Fasilitas ini memberikan kendali penuh kepada trader dalam menyesuaikan strategi perdagangan dengan profil risiko dan target keuntungan yang diinginkan.
Sementara itu, Initial Margin Buffer secara otomatis mengunci margin tambahan untuk mengurangi potensi likuidasi ketika pasar berfluktuasi tajam. Menurut Iskandar, fitur ini menjadikan pengalaman trading futures lebih aman dan terkendali.
Selain dua fitur tersebut, Pintu Futures sebelumnya telah menawarkan berbagai alat bantu seperti Take Profit/Stop Loss (TP/SL), margin indicator, price protection, dan stop order. Kombinasi fitur ini disebut sejalan dengan kinerja positif perusahaan.
Iskandar menambahkan, volume perdagangan Pintu Futures pada kuartal III-2025 meningkat hampir 200% secara quarter-on-quarter, disertai kenaikan 20% pengguna baru dan pengguna aktif.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pengguna aplikasi PINTU yang memberikan kepercayaan penuh kepada kami untuk memberikan layanan terbaik dalam perdagangan aset crypto dan derivatif crypto di Indonesia,” ujarnya.
Menurut data Bursa Kripto CFX, sepanjang September 2024 hingga September 2025, nilai transaksi derivatif crypto di Indonesia mencapai Rp73,8 triliun dengan 192 kontrak yang dapat diperdagangkan. Lima kontrak paling aktif antara lain BTCUSDT-PERP, ETHUSDT-PERP, SOLUSDT-PERP, PEPEUSDT-PERP, dan XRPUSDT-PERP.
Iskandar mengingatkan bahwa perdagangan derivatif kripto memiliki risiko tinggi.
“Penting untuk memahami konsep dasar, manajemen risiko, dan menggunakan uang dingin sebelum memulai trading. PINTU menyediakan materi edukasi lengkap terkait derivatif crypto melalui aplikasi, Pintu Academy, dan kanal media sosial kami,” tutupnya.