POND’S Age Miracle (Istimewa)
Perjalanan panjang kampanye “Cheat Your Age” dari POND’S Age Miracle mencapai puncaknya dengan penuh makna di panggung ‘Miracle Runway’ Jakarta Fashion Week (JFW) 2026.
Pagelaran istimewa ini bukan sekadar peragaan busana, melainkan sebuah perayaan transformasi sembilan perempuan hebat, yakni para Miracle Models yang menjadi simbol perlawanan terhadap ageism dan inspirasi bagi seluruh perempuan Indonesia untuk tidak tunduk pada batasan usia.
Mereka tampil memukau membawakan koleksi dari tiga label ternama: Studio Jeje, Christie Basil, dan Jan Sober, ditemani oleh tiga Miracle Muse inspiratif: Dian Sastrowardoyo, Eva Celia, dan Agnes Jennifer.
Ageism, atau diskriminasi berbasis usia, masih kerap membayangi perempuan, baik dalam karier, gaya hidup, maupun penampilan. Kecantikan ideal sering kali dikaitkan dengan kulit muda dan bebas keriput, sementara tanda-tanda penuaan dianggap sebagai kehilangan daya tarik.
Lebih dari itu, perempuan di atas usia 30 tahun kerap distigma tidak lagi produktif atau dianggap “terlambat” untuk bermimpi.
Menanggapi fenomena ini, Esa Mahira Arman, Senior Brand Manager POND’S, menegaskan bahwa ageism membuat perempuan seolah harus berpacu dengan waktu. Padahal, kami percaya bahwa miracles can shine at any age.
“Melalui kampanye ‘Cheat Your Age’, POND’S Age Miracle ingin mendampingi perempuan untuk melampaui ekspektasi, bukan dengan berpura-pura muda, tetapi dengan merayakan setiap fase hidup dengan bangga dan penuh percaya diri,” tutur Esa, saat press conference di Media Center Jakarta Fashion Week, Center Stage, Atrium Lt.2, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
Di kesempatan yang sama, sebagai Brand Ambassador POND’S Age Miracle, Dian Sastrowardoyo menjadi salah satu suara kuat di balik gerakan ini.
“Ageism akan berhenti saat perempuan percaya bahwa tak ada usia yang terlalu muda untuk memulai, dan tak ada usia yang terlalu tua untuk mencoba hal baru,” tutur Dian.
“Lewat ‘Cheat Your Age’, saya ingin menginspirasi perempuan agar tidak menjadikan usia sebagai batasan diri. Saat kita menghargai dan merawat diri dengan baik, daya tarik dan kepercayaan diri tidak akan pernah punya batas usia,” sambungnya.
Sebagai informasi, salah satu bentuk perawatan diri yang dimaksud adalah ritual self-care menggunakan rangkaian POND’S Age Miracle yang diperkaya Hexyl-Retinol, bahan aktif yang berperan sebagai Baby Collagen Booster, membantu menstimulasi produksi kolagen hingga 200%. Hasilnya, kulit tampak lebih glowing, kenyal, dan cerah, dengan noda serta garis halus yang tersamarkan.
Gerakan ‘Cheat Your Age’ juga diwujudkan melalui pencarian sembilan perempuan inspiratif yang tampil di panggung ‘Miracle Runway’.
Untuk pertama kalinya, audisi dibuka di dua kota, yakni Jakarta dan Surabaya dengan lebih dari 500 peserta dari beragam latar belakang yang mendaftar secara daring untuk berbagi kisah perjuangan mereka melawan ageism.
Setelah melalui proses seleksi dan audisi, terpilihlah sembilan perempuan berusia 31–48 tahun yang siap bertransformasi menjadi Miracle Models.
Dalam sesi ‘A Miracle Day of Transformation’ mereka mendapat pembekalan mulai dari pengenalan potensi diri, kelas content creation, hingga pelatihan catwalk. Proses ini tidak hanya memoles penampilan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri dan rasa bangga terhadap usia mereka.
Menurut Andandika Surasetja, Creative Director Jakarta Fashion Week, fashion seharusnya menjadi ruang ekspresi tanpa batas. Namun kenyataannya, ageism masih nyata, bahkan di runway.
“Selama beberapa dekade, usia muda dianggap standar ideal untuk menjadi model. Karena itu, kami mengapresiasi langkah berani POND’S Age Miracle yang memberi panggung bagi perempuan di atas 30 tahun untuk mewujudkan impian mereka,” ungkap Andandika.
Panggung ‘Miracle Runway’ menjadi puncak perayaan kolaborasi antara POND’S Age Miracle dan tiga desainer ternama, yang masing-masing menerjemahkan semangat Cheat Your Age ke dalam karya penuh makna.
Angelita Nurhadi dari Studio Jeje mempersembahkan koleksi ‘Tapak Dara’ yang terinspirasi dari bunga-bunga liar di trotoar Jakarta.
“Wildflowers adalah simbol kebebasan, kemampuan beradaptasi, dan kekuatan dalam kelembutan. Seperti perempuan yang terus tumbuh dan bertransformasi, kecantikan sejati tidak memudar, ia berevolusi,” ujarnya.
Sementara itu, Christie Basil menghadirkan koleksi ‘Glass Onion’, eksplorasi metaforis tentang proses mengenali diri.
“Layaknya bawang yang dikupas lapis demi lapis, membuka diri sering kali menyakitkan. Tapi di balik itu, kita menemukan inti diri yang paling murni. Youth has no age — karena jiwa muda lahir dari kejujuran terhadap diri sendiri,” papar Christie.
Dari perspektif berbeda, Jan Angga dari Jan Sober menampilkan koleksi ‘Time, Unveiled: Gilded Reverie’, yang menonjolkan keanggunan matang melalui tailoring lembut dan detail halus.
“Saya ingin menunjukkan bahwa keindahan sejati hadir bukan dengan menolak waktu, tetapi dengan merangkulnya. Setiap lipatan dan garis punya kisah, dan itulah yang membuatnya indah,” tuturnya.
Kesembilan Miracle Models membawakan koleksi para desainer dengan penuh percaya diri, ditemani tiga Miracle Muse, yakni Dian Sastrowardoyo, Eva Celia, dan Agnes Jennifer yang ikut melangkah di runway, menandai momen perayaan yang sarat makna.
Sebagai penutup, POND’S Age Miracle menghadirkan kejutan manis: persembahan cinta dari orang-orang terdekat para Miracle Models, yang menjadikan Miracle Runway bukan sekadar pertunjukan mode, melainkan perayaan emosi dan keberanian perempuan melawan ageism.
“Kami berharap seluruh rangkaian Miracle Runway di JFW 2026 ini mampu menginspirasi perempuan Indonesia untuk terus ‘Cheat Your Age’, untuk melangkah, berkarya, dan memberi dampak positif di setiap fase kehidupan mereka,” tutup Esa Mahira Arman.