Film Tak Kenal Maka Ta’aruf (Istimewa)
Film Tak Kenal Maka Ta’aruf siap tayang pada 13 November 2025, menjadi tonggak penting bagi Toma Margens yang memulai debutnya sebagai sutradara lho, Beauty!
Putra dari aktor senior Toro Margens ini berani tampil dengan karya bertema religius-romantis yang dikemas untuk generasi muda masa kini.
“Akhirnya film ini tayang. Kami persembahkan film ini untuk remaja yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Kami beranikan diri mengangkat tema yang berbeda lewat film ini dengan memadukan kondisi sosial di masyarakat dan kondisi ideal yang masih jarang diterapkan,” ujar Toma Margens dalam keterangan resminya, Sabtu (8/11/2025).
Film produksi Yahywa Titi Mangsa ini dibintangi oleh Fadi Alaydrus, Sadkia Chadwik, dan Dinda Mahira. Ketiganya hadir dalam acara premiere di Epicentrum, Jakarta Selatan.
Antusiasme tampak jelas saat para pemain membagikan kesan mereka tentang film yang mengusung nilai religius dengan cara ringan dan menyenangkan.
“Buat aku, film ini kekinian banget. Memberikan opsi pencarian pasangan hidup dengan proses yang baik sesuai kaidah agama Islam,” kata Fadi Alaydrus yang memerankan Faris.
Ia mengaku harus menjaga karakter dengan hati-hati karena sifatnya sangat berbeda dari kepribadian aslinya.
“Untungnya teman-teman sangat kompak dan saling bantu membangun karakter saat syuting,” tambahnya.
Sementara itu, Sadkia Chadwik yang berperan sebagai Zoya juga berharap film ini membawa pesan moral bagi penonton muda.
“Pas nonton film rasanya kayak mengingat pesan papa untuk menjaga diri dari pergaulan bebas. Tapi tetap menarik, bikin baper dan ketawa-ketawa sendiri,” ujarnya.
Executive Producer Dedy Suherman menambahkan bahwa ide besar film ini muncul dari keresahan terhadap pergaulan remaja zaman sekarang.
“Kami bapak-bapak yang gelisah dengan pergaulan anak muda sekarang. Makanya ngasih tuntunan lewat film supaya nggak terkesan menggurui,” katanya.
Film ini berkisah tentang Zoya, mahasiswi kedokteran yang memegang teguh prinsip pernikahan tanpa pacaran. Di tengah trauma masa lalu dan rasa takut jatuh cinta (philophobia), ia bertemu dengan Faris, mahasiswa vokalis yang justru membuka lembaran baru dalam hidupnya.
Cerita yang ditulis oleh Mim Yudiarto ini mencoba menampilkan nilai ta’aruf sebagai bentuk cinta yang lebih matang dan bermakna.
“Zoya ini orangnya takut jatuh cinta, tapi cinta juga yang menyembuhkannya. Kisah ini yang membuat film Tak Kenal Maka Ta’aruf terasa menyentuh,” tutup Sadkia.