Menu

Tren Baru Terungkap, Para Ibu Masa Kini Cari Popok Nyaman dan Limbahnya Bisa Diolah, Ini Alasannya

03 Desember 2025 19:07 WIB

Sumber: istimewa

HerStory, Jakarta —

Para ibu saat ini menaruh perhatian tidak hanya pada kenyamanan bayi, tetapi juga pada dampak popok bekas pakai terhadap lingkungan. Menjawab kebutuhan tersebut, Merries bersama Kertabumi Recycling Center memperkenalkan proses pengolahan popok bekas pakai menjadi bahan bakar alternatif melalui teknologi pirolisis. Inisiatif ini diumumkan bertepatan dengan Hari Pencegahan Polusi Sedunia pada 2 Desember 2025 di Kelurahan Pondok Kacang Barat, Tangerang Selatan, sebagai bagian dari program Merries Senyumkan Lingkungan yang telah berjalan sejak 2019.

Kemitraan itu melibatkan pengumpulan popok bekas pakai dari masyarakat, termasuk warga RW 04 dan sejumlah posyandu, untuk selanjutnya diproses menjadi diesel, gasoline, dan gas yang dapat dimanfaatkan kembali oleh warga maupun operasional Kertabumi. Teknologi pirolisis bekerja dengan memecah material tanpa oksigen pada suhu tinggi, sehingga popok yang sebelumnya menjadi limbah residu dapat menghasilkan energi alternatif serta residu yang dapat digunakan sebagai media tanam.

Penyerahan simbolis pilot project dilakukan oleh Vice President Marketing PT Kao Indonesia, Susilowati, kepada Co-founder Kertabumi Recycling Center, Santi Novianti. Susilowati menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan komitmen Merries dalam menghadirkan solusi holistik, dari penggunaan popok di kulit bayi hingga penanganan limbah setelahnya. “Sejak 2019, Merries menjadi pelopor popok bayi yang mengedepankan kualitas dan edukasi pengolahan popok bekas pakai. Peran aktif masyarakat menjadi hal terpenting dalam keberlangsungan kegiatan ini,” ujarnya.

Kertabumi menyatakan bahwa kerja sama tersebut memperkuat upaya pengurangan sampah popok yang selama ini dianggap tidak bernilai. “Kesamaan nilai dan misi menjadi dasar kolaborasi kami. Mesin pirolisis Merries sangat membantu menjalankan misi pengelolaan sampah secara kreatif dan bernilai guna,” kata Santi.

Lurah Pondok Kacang Barat, Yunita, S.Sos., menyampaikan apresiasi terhadap program yang dinilai membantu mengatasi tantangan limbah popok di tingkat rumah tangga sekaligus meningkatkan edukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Warga yang terlibat juga dilatih untuk membersihkan, mengeringkan, dan menyerahkan popok bekas pakai ke drop point yang telah disediakan.

Program ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan Kirei Lifestyle Innovation dari Kao Indonesia, yang mendorong gaya hidup yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan bagi keluarga.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan