Menu

Dari Perhiasan ke Investasi, Emas Jadi Safe Haven Favorit Generasi Muda Indonesia

08 Juni 2026 22:10 WIB

Public Gold Indonesia (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Beauty, emas yang selama ini identik dengan investasi generasi terdahulu kini mulai mendapat tempat di kalangan Generasi Z (Gen Z) dan Milenial. 

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kenaikan harga minyak, hingga arah suku bunga yang belum menentu, logam mulia semakin dilirik sebagai aset yang dinilai mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.

Public Gold Indonesia menilai terjadi pergeseran cara pandang generasi muda terhadap emas yang sebelumnya dianggap sebagai instrumen investasi klasik.

Head of Operations Public Gold Indonesia, Febrina Amalia, mengatakan minat masyarakat terhadap emas terus meningkat, termasuk dari kelompok usia muda yang mulai memahami fungsi emas sebagai aset pelindung nilai.

“Public Gold Indonesia menargetkan pencapaian 10 juta pelanggan pada tahun 2030 sebagai bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem edukasi emas lebih luas dan berkelanjutan,” kata Febrina Amalia di Jakarta, dikutip pada Senin (8/6/2026).

Menurutnya, target tersebut didorong oleh perubahan persepsi masyarakat terhadap emas. Jika sebelumnya emas dianggap kurang menarik bagi Gen Z dan Milenial, kini instrumen tersebut mulai dipandang sebagai investasi yang relatif aman di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.

“Di Indonesia sedang terjadi pergeseran stigma emas dari semula dianggap klasik bagi Generasi Z (Gen Z) dan Milenial kemudian mulai dipandang sebagai investasi ‘aman’ di tengah kondisi ketidakpastian global. Peminat investasi emas juga tidak sedikit datang dari kalangan muda dengan fungsi sebagai pelindung aset (protective asset),” ujarnya.

Fenomena tersebut sejalan dengan hasil survei Populix edisi Januari 2026 yang menunjukkan emas menjadi aset paling dipercaya masyarakat Indonesia saat menghadapi ketidakpastian. Sebanyak 80% responden memilih emas sebagai aset safe haven.

Meski demikian, pemahaman masyarakat mengenai fungsi emas sebagai instrumen perlindungan nilai dinilai masih perlu diperkuat. Karena itu, Public Gold Indonesia mengaku terus menjalankan berbagai program edukasi sejak hadir di Indonesia pada 2016.

Founder dan Executive Chairman Public Gold Group Dato’ Seri Louis Ng mengatakan perusahaan tidak hanya berfokus menyediakan layanan logam mulia, tetapi juga mendorong peningkatan literasi masyarakat mengenai pentingnya kepemilikan emas.

“Dengan visi menyediakan akses mudah, aman, dan terjangkau terhadap kepemilikan emas fisik berkualitas tinggi, Public Gold Indonesia ingin pula memberikan makna bagi masyarakat luas tentang pentingnya emas sebagai strategi investasi jangka panjang dan safe-haven asset,” kata Louis Ng.

Selama satu dekade beroperasi di Indonesia, Public Gold mencatat telah memiliki sekitar 50.000 pelanggan dan didukung ribuan Public Gold Business Owner (PGBO) yang turut menyebarkan edukasi mengenai emas melalui berbagai kegiatan di sembilan cabang maupun lokasi lainnya.

Dalam perayaan satu dekade tersebut, Public Gold Indonesia juga menerima sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Penyerahan sertifikasi disaksikan oleh Wali Kota Jakarta Selatan dan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam acara Award Recognition Night 2026 yang dihadiri sekitar 400 peserta dari Indonesia dan Malaysia.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan