Sumber: istimewa
Ada satu area yang berhasil membuat banyak keluarga betah berlama-lama di Jakarta Future Festival for Kids 2026 akhir pekan lalu. Mulai dari anak-anak yang antusias memilah sampah bersama Nussa, kursi-kursi yang terisi penuh saat buku Pulau Gelembung JUMBO dibacakan, hingga ruang tenang tempat orang tua dan anak menikmati waktu membaca bersama buku Na Willa.
Melalui partisipasinya sebagai kolaborator resmi di Jakarta Future Festival for Kids 2026, Visinema Studios menghadirkan tiga intellectual property (IP) yang telah akrab di kalangan keluarga Indonesia, yaitu Pilah Sampah Bersama Nussa, pertunjukan dongeng Pulau Gelembung JUMBO, serta sesi membaca buku Na Willa dan Rumah Dalam Gang bersama penulis Reda Gaudiamo.
Meski hadir dengan pendekatan yang berbeda, ketiga program tersebut berangkat dari pertanyaan yang sama: bagaimana menghadirkan karakter dan cerita yang selama ini hidup di layar menjadi pengalaman nyata yang bisa dirasakan bersama oleh keluarga?
Nussa hadir melalui aktivitas yang mengajak anak-anak belajar sambil melakukan aksi nyata. Di tengah penerapan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 yang mewajibkan warga memilah sampah dari rumah, kegiatan Pilah Sampah Bersama Nussa menjadi salah satu aktivitas yang menarik perhatian pengunjung.
Anak-anak tampak antusias memilah sampah organik, anorganik, hingga B3 karena diajak oleh karakter yang sudah mereka kenal dan percaya sejak lama. Bahkan, salah satu orang tua mengaku bahwa ini merupakan pertama kalinya sang anak mau melakukan aktivitas terkait sampah tanpa protes.
Sementara itu, JUMBO mengajak anak-anak masuk ke dunia imajinasi melalui pertunjukan dongeng Pulau Gelembung.
Anak-anak yang sebelumnya mengenal JUMBO dari layar bioskop terlihat antusias mengikuti cerita yang dibawakan. Salah satu pengalaman yang menarik perhatian adalah kesempatan berfoto di dalam gelembung berukuran besar yang membuat mereka merasakan sensasi seolah masuk ke Pulau Gelembung seperti yang diceritakan dalam buku yang dibaca JUMBO di dalam film.
Berbeda dengan dua aktivitas sebelumnya, sesi membaca buku Na Willa dan Rumah Dalam Gang menghadirkan suasana yang lebih tenang.
Dalam kegiatan yang dipandu langsung oleh penulis Reda Gaudiamo tersebut, anak-anak dan orang dewasa duduk bersama untuk membaca, berdiskusi mengenai cerita dalam buku, hingga menyanyikan tiga lagu yang hadir dalam film Na Willa, yaitu Oh Hesty dan Sikilku Iso Muni.
Chief of Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma, mengatakan bahwa pihaknya percaya sebuah IP yang kuat dapat hadir melampaui satu medium.
“Kami selalu percaya bahwa IP yang kuat bisa hadir melampaui satu medium. Kami menyaksikannya langsung, melihat anak-anak memilah sampah bersama Nussa, antusias menyimak pertunjukan Dongeng Pulau Gelembung JUMBO, atau duduk tenang bersama Na Willa di tengah keramaian festival. Momen-momen itu menjawab lebih banyak dari angka mana pun. Karena pada akhirnya, yang kami bangun bukan hanya cerita, tetapi pengalaman yang hidup di tengah keluarga, memantik percakapan, menumbuhkan imajinasi, dan menciptakan kenangan yang akan dibawa anak-anak hingga mereka dewasa,” ujar Anggia.
Menariknya, ketiga program tersebut menghadirkan cara yang berbeda dalam berinteraksi dengan audiens, namun tetap konsisten dengan karakter masing-masing.
Nussa mengajak anak belajar tanpa menggurui, JUMBO mendorong imajinasi melalui cerita, sementara Na Willa mengajak anak dan orang tua menikmati waktu bersama melalui aktivitas membaca.
Di Jakarta Future Festival for Kids 2026, ketiga pendekatan tersebut bertemu dalam satu ruang yang menunjukkan bahwa keluarga Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang yang aman dan nyaman untuk beraktivitas bersama.
CEO Visinema Studios, Herry B. Salim, mengatakan bahwa ketiga IP tersebut memiliki hubungan emosional yang kuat dengan keluarga Indonesia.
“Nussa, Jumbo, Na Willa ketiganya punya hubungan emosional yang nyata di hati jutaan keluarga Indonesia. Ketika kekuatan emosional itu dibawa ke ruang fisik, ke momen yang bisa benar-benar dirasakan bersama, akan menghasilkan pengalaman yang lebih intens serta kedekatan hubungan yang lebih dalam dan lebih dari yang bisa kita ukur. Itulah yang ingin terus kami bangun,” ujarnya.
Melalui kehadiran tiga IP tersebut di Jakarta Future Festival for Kids 2026, Visinema Studios ingin menunjukkan bahwa sebuah cerita tidak berhenti ketika film selesai ditonton atau buku selesai dibaca.
Sebaliknya, cerita dapat terus hidup melalui percakapan, kebiasaan kecil yang terbawa ke rumah, serta momen kebersamaan yang meninggalkan kesan bagi anak maupun orang tua.