Ilustrasi kulit glowing. (Pinterest/Freepik)
Banyak orang mengaitkan kulit yang tampak kering, kusam, dan kehilangan kekenyalannya dengan kurangnya penggunaan skincare atau minimnya konsumsi air putih. Namun, ada faktor biologis lain yang turut berperan, yaitu menurunnya produksi hyaluronic acid alami dalam tubuh seiring bertambahnya usia.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Seraphim Medical Center, tubuh mulai mengurangi produksi hyaluronic acid secara signifikan sejak usia 25 tahun. Penurunan ini merupakan bagian dari proses biologis alami yang tidak dapat dihindari. Seiring bertambahnya usia, jumlah hyaluronic acid dalam tubuh akan terus berkurang. Bahkan pada usia 40 tahun, jumlah yang tersisa disebut dapat mencapai sekitar setengah dari kadar yang dimiliki saat usia muda.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi tampilan kulit karena hyaluronic acid selama ini berperan dalam menjaga kekenyalan dan kelembapan kulit sehingga tampak lebih sehat dan bercahaya.
Hyaluronic acid merupakan zat yang diproduksi secara alami oleh tubuh. Salah satu fungsi utamanya adalah membantu mengikat dan mempertahankan kelembapan di lapisan kulit.
Satu molekul hyaluronic acid disebut mampu menahan air hingga 1.000 kali beratnya sendiri. Kemampuan ini menjadikannya salah satu komponen penting yang membantu kulit terlihat lebih plump, kenyal, dan glowing secara alami saat tubuh masih memproduksinya dalam jumlah optimal.
Karena itu, ketika produksinya mulai menurun, sebagian orang dapat merasakan perubahan pada kondisi kulit, seperti terasa lebih kering, tampak lebih lelah, dan lebih mudah kehilangan kilau alaminya.
Ketika kulit mulai kehilangan kelembapan, banyak orang memilih menggunakan serum hyaluronic acid sebagai langkah pertama dalam rutinitas perawatan kulit.
Namun, menurut informasi yang disampaikan dalam artikel tersebut, molekul hyaluronic acid pada sebagian besar produk topikal memiliki ukuran yang relatif besar sehingga tidak sepenuhnya dapat menembus lapisan kulit hingga ke area yang membutuhkannya.
Akibatnya, efek yang dirasakan umumnya lebih banyak terjadi di permukaan kulit dan bersifat sementara. Kulit mungkin terasa lebih lembap setelah penggunaan produk, tetapi efek tersebut dapat berkurang seiring waktu atau ketika kulit terpapar lingkungan yang kering.
Salah satu prosedur yang kini banyak dipilih untuk membantu menjaga kelembapan kulit adalah skin booster.
Menurut Seraphim Medical Center, perubahan setelah menjalani skin booster tidak terjadi secara instan, tetapi umumnya mulai terasa dalam beberapa hari setelah sesi pertama. Kulit dapat terasa lebih kenyal dan lembap dari dalam, sementara garis halus yang muncul akibat dehidrasi mulai tampak tersamar.
Selain itu, kondisi kulit yang lebih terhidrasi juga disebut dapat membantu makeup menempel lebih merata dan terlihat lebih natural.
Hasil optimal biasanya dirasakan setelah dua hingga tiga sesi treatment dan dapat bertahan selama beberapa bulan.
Dokter estetika Seraphim Medical Center, dr. Yuziana, M. Biomed (AAM), menjelaskan bahwa keberhasilan skin booster tidak hanya ditentukan oleh kandungan hyaluronic acid yang digunakan.“Konsentrasi, kedalaman injeksi, dan distribusi titik suntikan sangat menentukan hasilnya. Itulah kenapa prosedur ini harus dilakukan oleh tenaga medis yang memang terlatih dan bukan sekadar menawarkan harga paling murah,” jelas dr. Yuziana.
Meningkatnya popularitas skin booster juga diikuti oleh semakin banyaknya tempat yang menawarkan treatment serupa dengan harga yang beragam.
Menurut dr. Yuziana, harga yang jauh di bawah standar tidak selalu berarti lebih menguntungkan karena terdapat sejumlah faktor yang perlu diperhatikan, mulai dari kualitas produk, sterilitas alat, hingga kompetensi tenaga medis yang melakukan tindakan.
Skin booster sendiri merupakan prosedur injeksi medis sehingga membutuhkan penanganan yang sesuai standar untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.
“Yang paling sering terjadi bukan efek dramatis yang dijanjikan, tapi justru tidak ada perubahan sama sekali, atau yang lebih buruk, muncul reaksi yang tidak diinginkan karena produk atau teknik yang tidak tepat,” ungkap dr. Yuziana.
Skin booster umumnya banyak dipilih oleh mereka yang sudah rutin menggunakan skincare tetapi merasa kondisi kulit tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Treatment ini juga kerap menjadi pilihan bagi individu berusia 25 tahun ke atas yang ingin melakukan langkah preventif sebelum tanda-tanda penuaan semakin terlihat.
Selain itu, skin booster sering dipertimbangkan oleh mereka yang ingin mempersiapkan kondisi kulit sebelum acara penting maupun yang mengalami kulit sangat kering dan kusam akibat faktor lingkungan, stres, atau perubahan hormon.
Meski demikian, konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah awal yang penting untuk menentukan jenis dan dosis treatment yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
Penurunan produksi hyaluronic acid merupakan proses alami yang tidak dapat dihentikan. Namun, menurut Seraphim Medical Center, masyarakat tetap memiliki pilihan untuk membantu menjaga kondisi kulit sesuai kebutuhannya melalui pendekatan yang tepat dan terukur.
Karena setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda, pemilihan treatment sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tren yang sedang populer atau faktor harga semata, melainkan melalui konsultasi profesional yang mempertimbangkan kebutuhan kulit secara spesifik.
Saat ini, konsultasi terkait skin booster dan berbagai layanan estetika lainnya tersedia di Seraphim Medical Center yang berlokasi di Paramount Gading Serpong, Tangerang.
Sebagai bagian dari Bethsaida Healthcare, Seraphim Medical Center menghadirkan layanan yang menggabungkan pendekatan wellness, beauty & aesthetic, serta sports & rehabilitation dalam satu ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi.