Menu

Di Era Longevity, Kesehatan Mata Jadi Investasi Penting untuk Menjaga Kualitas Hidup, Ini Alasannya Beauty!

21 Juni 2026 21:27 WIB

Sumber: istimewa

HerStory, Jakarta —

Seiring meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia, perhatian terhadap konsep longevity atau hidup sehat dan berkualitas dalam jangka panjang juga semakin berkembang. Namun, di tengah berbagai upaya menjaga kesehatan agar tetap aktif dan produktif, kesehatan mata masih kerap terabaikan, padahal penglihatan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, meningkatnya angka harapan hidup mendorong masyarakat untuk tidak hanya berfokus pada usia panjang, tetapi juga kualitas hidup yang sehat dan produktif di setiap tahap usia.

Menjawab kebutuhan tersebut, Mayapada Eye Centre (MEC) menggelar Exclusive Sharing Session dan Media Gathering bertajuk "Longevity Era: Investing in Vision for a Better Quality of Life" di The Orient Hotel Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, MEC memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata sebagai bagian dari investasi kesehatan jangka panjang.

Saat ini, tantangan kesehatan mata semakin beragam. Selain presbiopia atau mata tua yang muncul akibat proses penuaan alami, masyarakat juga menghadapi peningkatan kasus miopia (rabun jauh) dan astigmatisme (silinder) yang dipengaruhi penggunaan perangkat digital secara intensif.

Penggunaan Gawai Berpengaruh pada Kesehatan Mata

President Director & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, mengatakan bahwa kesehatan mata menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung gaya hidup aktif di era longevity.

"Langkah proaktif Mayapada Eye Centre ini merupakan bagian dari upaya Mayapada Healthcare dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan di era longevity, ketika masyarakat tidak hanya berfokus pada usia harapan hidup (lifespan), tetapi juga pada kualitas hidup (healthspan) yang sehat, aktif, dan produktif sepanjang usia. Dalam hal ini, kesehatan mata juga menjadi aspek penting yang perlu dijaga untuk mendukung aktivitas sehari-hari," ujarnya.

Menurut Navin, melalui MEC, Mayapada Healthcare menghadirkan layanan kesehatan mata yang komprehensif dan terintegrasi, didukung teknologi oftalmologi mutakhir, dokter spesialis dan subspesialis berpengalaman, serta standar pelayanan internasional.

Dokter Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Zoraya Ariefia Feranthy, Sp.M, menjelaskan bahwa miopia dan astigmatisme kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.

"Miopia dan astigmatisme semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif seiring tingginya penggunaan perangkat digital sejak usia dini. Padahal, kualitas penglihatan merupakan fondasi penting dalam menjaga kualitas hidup," jelasnya.

Menurut dr. Zoraya, banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar gawai atau membaca dalam waktu yang lama sehingga mata terus bekerja dalam jarak dekat dan lebih rentan mengalami kelelahan maupun gangguan refraksi.

Kondisi tersebut sering kali membuat seseorang membutuhkan kacamata atau lensa kontak untuk melihat dengan jelas. Namun, penggunaan alat bantu penglihatan tersebut terkadang memengaruhi kenyamanan, produktivitas, hingga kualitas hidup sehari-hari.

Solusi Koreksi Penglihatan Modern

Untuk membantu mengatasi gangguan refraksi seperti miopia dan astigmatisme, MEC memperkenalkan SMILE Pro, teknologi koreksi penglihatan menggunakan laser femtosecond generasi terbaru yang dilengkapi teknologi Oculign System untuk membantu memastikan akurasi dan stabilitas tindakan.

Teknologi ini disebut memiliki prosedur minimal invasif dengan waktu tindakan yang singkat, yakni sekitar delapan detik, sehingga pasien dapat mengurangi ketergantungan terhadap kacamata maupun lensa kontak, termasuk pada kasus hipermetropia atau rabun dekat.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Gia Pratama, turut membagikan pengalamannya setelah menjalani prosedur tersebut.

"Sebagai dokter dengan aktivitas harian yang padat dan dinamis, kenyamanan penglihatan sangat berpengaruh terhadap produktivitas saya. Setelah menjalani SMILE Pro, banyak hal terasa lebih praktis karena saya dapat beraktivitas tanpa bergantung pada kacamata. Bagi saya, ini tentang melihat lebih jelas, bekerja lebih nyaman, dan menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik," ungkapnya.

Presbiopia Jadi Tantangan di Usia 40 Tahun ke Atas

Selain gangguan refraksi pada usia produktif, tantangan kesehatan mata lain yang banyak dialami masyarakat adalah presbiopia atau mata tua.

Dokter Konsultan Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M(K), menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari proses penuaan alami yang memengaruhi kemampuan fokus mata.

"Di era longevity, banyak individu ingin tetap aktif hingga usia lanjut. Namun, seiring bertambahnya usia, kemampuan fokus mata akan menurun yang dikenal sebagai presbiopia, yaitu kondisi ketika mata mulai sulit melihat objek dekat. Kondisi ini mulai muncul usia 40 tahun, dan kini semakin terasa akibat tingginya penggunaan perangkat digital dalam aktivitas sehari-hari," ujarnya.

Sebagai salah satu solusi, MEC menghadirkan teknologi PRESBYOND, prosedur koreksi penglihatan yang dapat membantu pasien mengurangi ketergantungan terhadap kacamata untuk penglihatan jauh, menengah, maupun dekat. Prosedur ini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 20 detik.

Dukung Kesehatan Mata Jangka Panjang

Mayapada Eye Centre terus menghadirkan layanan kesehatan mata berbasis teknologi terkini yang mendukung deteksi dini, diagnosis presisi, serta perawatan mata yang terintegrasi sebagai bagian dari investasi kesehatan jangka panjang.

Saat ini, layanan MEC tersedia di Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Mayapada Tower 2 Sudirman. Berbagai layanan yang tersedia meliputi koreksi refraksi seperti SMILE Pro, SMILE Pro Hyperopic, LASIK, dan PRESBYOND, serta layanan Cross-linking (CXL), operasi katarak, glaukoma, dan retina.

Untuk mendukung pengalaman pasien yang lebih personal, setiap pasien juga didampingi Vision Assistant (VIA) yang berperan sebagai pendamping selama perjalanan perawatan, mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan, tindakan, hingga tindak lanjut pasca-prosedur serta panduan preventive care.

Melalui edukasi mengenai kesehatan mata di era longevity, MEC berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kualitas penglihatan sebagai bagian dari upaya mempertahankan produktivitas, kenyamanan beraktivitas, dan kualitas hidup dalam jangka panjang.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Top Stories

Artikel Pilihan