Menu

Alamak, Ternyata Keintiman Masih Jadi Topik Sensitif bagi Banyak Pasangan Lho Moms!

25 Juni 2026 02:25 WIB

Okamoto (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Moms, banyak pasangan dewasa saat ini semakin terbuka membicarakan berbagai aspek kehidupan bersama, mulai dari pekerjaan hingga rencana masa depan. Namun, ketika percakapan menyentuh soal keintiman, kebutuhan emosional, atau batasan dalam hubungan, tidak sedikit yang masih memilih diam. Temuan The Gottman Institute bahkan menunjukkan bahwa 73% pasangan tidak pernah mendiskusikan kebutuhan seksual, fantasi, maupun batasan mereka secara mendalam.

Data tersebut menggambarkan bahwa meski komunikasi sering dianggap fondasi hubungan yang sehat, topik seputar keintiman masih menjadi salah satu pembahasan yang paling sulit diungkapkan secara terbuka oleh pasangan dewasa.

Psikolog sekaligus Sex Educator, Febrizky Yahya, menjelaskan bahwa banyak pasangan sebenarnya memiliki keinginan untuk membicarakan kebutuhan emosional maupun keintiman dalam hubungan. Namun, rasa canggung kerap menjadi penghalang utama.

Menurutnya, sebagian orang khawatir pembicaraan tersebut akan memicu konflik, menimbulkan kesalahpahaman, atau mendapat respons negatif dari pasangan. Akibatnya, banyak pasangan memilih menyimpan perasaan dan harapan mereka sendiri daripada mengungkapkannya secara langsung.

"Sering kali tantangan terbesar dalam hubungan bukanlah perbedaan pendapat, melainkan ketidakberanian untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dirasakan dan dibutuhkan. Alih-alih bertanya langsung, banyak pasangan memilih berasumsi. Akibatnya, muncul kesalahpahaman yang dapat mengganggu kualitas hubungan. Padahal, komunikasi terbuka membantu pasangan untuk semakin memahami satu sama lain, membangun rasa aman secara fisik dan emosional, serta menciptakan kedekatan yang lebih kuat," jelas Febrizky Yahya.

Fenomena tersebut menjadi latar belakang hadirnya Spill the (Safe) Tea, sebuah forum diskusi yang mempertemukan 15 pasangan dewasa dalam suasana santai untuk membahas berbagai aspek hubungan yang sering kali luput dibicarakan dalam keseharian.

Mengusung konsep afternoon tea, kegiatan ini dirancang sebagai ruang aman bagi pasangan untuk mengeksplorasi kebutuhan, preferensi, kenyamanan, hingga batasan masing-masing. Melalui sesi refleksi, permainan pasangan, dan diskusi bersama ahli, peserta diajak memulai percakapan yang sering dianggap tabu tanpa rasa takut dihakimi.

Senior Chief Marketer Okamoto Industries (HK) Ltd., Holly Kwan, mengatakan bahwa keterbukaan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat dan saling memahami.

"Sebagai salah satu merek kondom yang dipercaya dan menjadi pilihan banyak pasangan dewasa di Indonesia, Okamoto memahami bahwa komunikasi yang terbuka merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang dilandasi rasa saling memahami. Melalui Spill the (Safe) Tea, kami ingin mengajak pasangan berani membicarakan hal-hal yang sering dianggap canggung, mulai dari kebutuhan emosional, kenyamanan, hingga batasan dalam hubungan. Karena pada akhirnya, hubungan yang berkualitas lahir dari rasa saling memahami, bukan sekadar asumsi," jelas Holly Kwan.

Selain membahas dinamika hubungan, peserta juga diajak mendiskusikan berbagai mitos yang masih berkembang terkait kesehatan seksual dan penggunaan proteksi dalam suasana yang hangat, santai, dan bebas penilaian.

Melalui ruang percakapan seperti ini, isu keintiman yang selama ini kerap dianggap sensitif diharapkan dapat dibicarakan secara lebih terbuka, sehingga pasangan memiliki kesempatan untuk saling memahami kebutuhan dan harapan satu sama lain dengan lebih baik.

Artikel Pilihan