Menu

Waspada! Memijat Tulang Anak yang Patah dapat Menyebabkan Cacat

02 Juli 2026 23:49 WIB

ilustrasi anak kolik dipijat dengan baby cream (freepik)

HerStory, Jakarta —

Moms, seringkali saat anak jatuh dan mengalami cedera pada tulang, bengkak atau terkilir, biasanya langsung dibawa ke tukang urut. Padahal Moms, memijat tulang dalam kondisi bengkak dan tak bisa digerakkan, bisa berkabar fatal lho.

Dijelaskan oleh dr. Gabriel Klemens Wienanda, M.Ked(Surg), Sp.OT, AIFO-K  Spesialis Ortopedi Divisi Anak Eka Hospital Cibubur," memijat atau mengurut bagian tubuh yang mengalami patah tulang dapat menyebabkan komplikasi serius hingga cacat permanen pada anak."

Mengapa patah tulang anak tidak boleh diurut?

Anatomi tulang anak berbeda dengan orang dewasa. Tulang anak-anak masih dalam masa pertumbuhan dan memiliki area khusus yang disebut lempeng pertumbuhan. Lempeng ini merupakan jaringan tulang rawan yang terletak di dekat ujung tulang panjang dan berperan dalam pertumbuhan, pertambahan panjang serta bentuk tulang anak.

Jaringan ini sangat lunak dan sensitif. Jika area ini mengalami cedera dan ditangani secara sembarangan, seperti diurut atau ditarik, lempeng ini bisa rusak permanen. Akibatnya, pertumbuhan tulang anak terhenti, membuat tulang tumbuh bengkok, atau panjang sebelah antara kaki/tangan kanan dan kiri saat mereka dewasa nanti.

Perbedaan tulang patah, retak tulang, dan keseleo pada anak

Sebagai orang awam dan orangtua kita sering kali kesulitan membedakan jenis cedera yang dialami anak karena gejalanya yang mirip, yaitu nyeri dan bengkak. Berikut adalah perbedaannya:

  • Keseleo: Cedera yang terjadi pada ligamen, yaitu jaringan ikat yang menghubungkan antartulang pada sendi. Tidak ada kerusakan pada struktur tulang, tetapi hanya robekan kecil pada jaringan lunak.
  • Retak tulang: Tulang mengalami kerusakan atau celah retakan akibat benturan, tetapi posisi tulang tidak bergeser dan tidak terpisah menjadi dua bagian.
  • Patah tulang: Kondisi saat tulang terbelah menjadi dua bagian atau lebih. Pada anak-anak, sering terjadi jenis Greenstick Fracture, di mana satu sisi tulang patah dan sisi lainnya hanya melengkung karena tulang anak masih sangat fleksibel.

Bahaya memijat tulang patah pada anak

Memijat, mengurut, atau memanipulasi tulang yang patah secara paksa dapat menimbulkan komplikasi klinis yang fatal, antara lain:

  • Kerusakan saraf dan pembuluh darah: Serpihan atau ujung tulang yang patah umumnya tajam. Pijatan dapat mendorong ujung tulang tersebut hingga merobek pembuluh darah di sekitarnya dan memicu pendarahan dalam atau menjepit saraf yang memicu kelumpuhan/mati rasa.
  • Sindrom Kompartemen: Tekanan akibat pijatan pada area yang sudah meradang dapat menyumbat aliran darah, menyebabkan jaringan otot mati, dan berisiko tinggi berujung pada amputasi.
  • Malunion: Pijatan tidak bisa mengembalikan posisi tulang ke garis anatomi yang benar. Akibatnya, tulang akan menyambung dalam posisi yang salah atau bengkok, sehingga fungsi gerak anak menjadi terbatas.

Pertolongan pertama saat anak kemungkinan patah tulang

Jika anak jatuh dan menunjukkan gejala cedera tulang berat, lakukan langkah pertolongan pertama berikut secara tenang:

Jangan digerakkan: Jangan mencoba meluruskan, menarik, atau mengubah posisi tangan/kaki anak yang tampak bengkok. Pastikan untuk menjaga area cedera agar tidak bergerak.

Pasang penyangga darurat: Gunakan benda yang kaku dan lurus, seperti papan kayu, penggaris panjang, atau majalah tebal yang digulung di bawah atau di samping tungkai yang cedera. Ikat longgar dengan kain atau perban untuk menyangga tulang agar posisinya stabil.

Kompres dingin: Tempelkan kompres dingin yang dibungkus kain pada area yang bengkak selama 15–20 menit untuk membantu meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan. Jangan menempelkan es langsung ke kulit.

Bawa ke rumah sakit: Segera bawa anak ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan X-Ray untuk melihat kondisi pasti di dalam tulang.

Kapan anak harus dibawa ke Dokter Ortopedi setelah jatuh?

Segera bawa anak ke Dokter Spesialis Ortopedi jika Anda menemukan tanda-tanda berikut setelah anak terjatuh:

  • Nyeri hebat yang membuat anak menangis terus-menerus dan tidak mau menggerakkan bagian tubuh yang cedera.
  • Perubahan bentuk fisik yang jelas, misalnya lengan atau kaki tampak bengkok tidak wajar
  • Muncul bengkak besar, memar kebiruan yang meluas dengan cepat, atau ujung jari tangan/kaki anak terasa dingin dan tampak pucat.
  • Anak mengeluhkan rasa kesemutan atau mati rasa pada area di bawah lokasi cedera.
  • Tulang menembus kulit (patah tulang terbuka).

Mengapa jangan takut membawa anak ke dokter spesialis ortopedi anak?

  1. Tindakan untuk melakukan tatalaksana pada cidera anak tidak selau operasi sayatan : penanganan pada anak bisa menggunakan gips untuk memposisikan tulang di posisi yang benar dan mempertahankan posisi itu dengan baik.
  2. Jika membutuhkan sayatan : penanganan pada anak sudah sangat maju , jadi biasa dokter yang biasa menangani anak-anak akan melakuakan sayatan sekecil mungkin (Minimal Invasif Surgery)
  3. Pemulihan pada anak sangat cepat jika di tangani dengan baik dan dengan prosedur yang tepat. 
  4. Keputusan tindakan yang baik menyelamatkan masa depan anak dan menghindari komplikasi kecacatan lebih lanjut

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Top Stories

Artikel Pilihan