ilustrasi anak minum susu (sumber:freepik)
Beauty, memilih produk nutrisi anak ternyata tidak cukup hanya melihat klaim yang tertera di bagian depan kemasan. Di tengah banyaknya pilihan produk, orang tua dianjurkan membiasakan diri membaca daftar komposisi agar dapat memahami kandungan utama serta menyesuaikannya dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Pesan tersebut disampaikan Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti mengecek komposisi dapat membantu orang tua membuat keputusan yang lebih tepat saat memilih produk nutrisi.
Prof. Rini menjelaskan bahwa pemenuhan nutrisi anak bukan hanya soal jumlah asupan, tetapi juga kualitas dan keseimbangan zat gizi sejak dini. Terlebih pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, anak membutuhkan kombinasi nutrisi yang seimbang, mulai dari energi, protein, lemak esensial, zat besi, zinc, vitamin, hingga mineral untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan sistem imun.
"Klaim dan kandungan tambahan yang ditampilkan pada kemasan sering kali hanya menggambarkan sebagian kecil dari keseluruhan produk. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada informasi yang ada di bagian depan kemasan, tetapi juga membaca dengan cermat dan memahami komposisi utama produk tersebut," ujar Prof. Rini.
Beauty, agar tidak bingung saat membaca label, Prof. Rini menyarankan orang tua memulai dari hal paling sederhana, yaitu melihat bahan yang tercantum pada urutan pertama dalam daftar komposisi. Bahan yang berada di posisi awal umumnya merupakan komponen dengan jumlah paling dominan di dalam produk.
Selain itu, orang tua juga dianjurkan memperhatikan jenis bahan utama beserta sumbernya. Pada produk nutrisi berbasis susu, misalnya, informasi mengenai bahan dasar susu serta proses pengolahannya dapat membantu memberikan gambaran lebih utuh mengenai produk yang akan dipilih.
Tak kalah penting, orang tua juga perlu mengenali berbagai nama gula tambahan yang mungkin tercantum dalam daftar komposisi, seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, atau maltodekstrin. Menurut Prof. Rini, paparan gula tambahan sejak usia dini perlu dikelola secara bijak karena dapat memengaruhi kebiasaan makan anak di kemudian hari.
Selain daftar komposisi, tabel informasi nilai gizi juga sebaiknya dibaca secara bersamaan. Dengan cara ini, orang tua dapat memahami kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral per sajian sekaligus mengetahui bahan utama yang membentuk produk tersebut.
Prof. Rini juga mengingatkan bahwa tidak ada satu produk yang dapat menggantikan pola makan sehat secara keseluruhan.
"Nutrisi terbaik bagi anak tetap perlu dibangun melalui variasi makanan, pola makan seimbang, dan lingkungan makan yang tepat," tambah Prof. Rini.
Ia juga menegaskan bahwa Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi pada awal kehidupan. Sementara itu, penggunaan produk nutrisi perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak serta dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan bila diperlukan agar pemenuhan nutrisi berlangsung secara tepat dan aman.