Menu

Kenapa Podcast Tanpa Naskah Malah Bikin Penonton Betah? Ternyata...

07 Juli 2026 12:30 WIB

The Nugget Sisters (Istiemwa)

HerStory, Jakarta —

Podcast tanpa skrip semakin menunjukkan daya tariknya di tengah menjamurnya konten digital. Beauty, format percakapan yang mengalir tanpa naskah kini justru menjadi salah satu alasan penonton merasa lebih dekat dengan kreator. Hal itu terlihat dari respons terhadap podcast Nugget Sisters yang dalam 10 hari sejak diluncurkan berhasil mengumpulkan lebih dari 2,5 juta views secara kumulatif di YouTube dan Instagram, sekaligus mencatat lebih dari 1.900 subscribers di kanal YouTube The Nugget Sisters.

Alih-alih mengusung format wawancara atau pembahasan yang dikemas serius, Sabrina Anggraini, Bia Donut, dan Xaviera Putri memilih membiarkan percakapan berkembang secara alami. Ketiganya saling berbagi pengalaman sehari-hari, menanggapi cerita satu sama lain, hingga menghadirkan suasana yang membuat penonton merasa seperti ikut bergabung dalam obrolan mereka.

Sabrina Anggraini mengungkapkan, ide tersebut berawal dari kebiasaan mereka berbincang dalam keseharian.

"Awalnya kami cuma berpikir, kenapa ya obrolan yang biasanya kami lakukan sehari-hari enggak sekalian direkam? Pas lihat responsnya, kami senang karena ternyata banyak yang merasa seperti lagi ikut nongkrong bareng kami. Itu justru yang paling kami syukuri," ujar Sabrina Anggraini.

Pendekatan tanpa naskah itu juga terlihat pada episode perdana yang mengangkat tema masa kecil dan hubungan kakak beradik. Percakapan dimulai dari pengakuan Sabrina yang mengaku dulu dikenal sebagai kakak yang galak, lalu berlanjut ke cerita Xaviera Putri yang pernah merasa menjadi "kakak di tengah". Dari cerita-cerita sederhana tersebut, obrolan berkembang menjadi pembahasan mengenai keluarga, perjalanan hidup, hingga pengalaman yang membentuk karakter masing-masing.

Menurut Xaviera Putri, perkembangan topik secara spontan justru menjadi salah satu kekuatan podcast tersebut karena mampu menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan banyak orang.

"Yang kami suka dari podcast ini adalah obrolannya benar-benar berkembang dengan sendirinya. Awalnya mungkin cuma membahas satu cerita, tapi akhirnya bisa sampai ke hal-hal yang ternyata relate dengan banyak orang. Semoga setiap episode bisa jadi ruang yang ringan, tapi tetap punya cerita yang bisa dibawa pulang," kata Xaviera Putri.

Respons yang diterima Nugget Sisters memperlihatkan bahwa percakapan yang jujur dan autentik masih memiliki tempat di tengah derasnya arus konten digital. Tanpa bergantung pada naskah atau konsep yang rumit, interaksi yang mengalir apa adanya justru mampu menciptakan kedekatan dengan audiens sekaligus membangun komunitas secara organik.

Podcast ini juga menjadi salah satu pengembangan intellectual property (IP) di bawah ekosistem Gushcloud Indonesia. Melalui pendekatan yang berangkat dari karakter autentik para kreatornya, Nugget Sisters menghadirkan ruang berbagi cerita yang ringan sekaligus dekat dengan pengalaman sehari-hari audiens.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan