Menu

Film Ini Ungkap Alasan Hubungan Ibu dan Anak Kerap Renggang, Kepo Gak Beauty?

15 Juli 2026 20:25 WIB

Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Beauty, hubungan ibu dan anak yang sering diwarnai kesalahpahaman ternyata tidak selalu berakar dari kurangnya kasih sayang. Sutradara sekaligus produser Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ferly Halim, menilai perbedaan cara berkomunikasi justru menjadi penyebab yang paling sering memicu jarak emosional dalam keluarga. Gagasan tersebut diangkat melalui film yang mulai tayang di bioskop Indonesia pada 16 Juli 2026.

Lewat kisah yang mengambil latar Kota Semarang, film produksi Langit Pictures Indonesia ini mengikuti perjalanan Dika, seorang remaja yang merasa dirinya tidak pernah cukup di mata sang ibu, Dini. Sebagai ibu tunggal, Dini masih berusaha berdamai dengan trauma masa lalu. 

Perbedaan cara pandang membuat hubungan keduanya semakin renggang, hingga Dika menemukan ruang untuk menjadi dirinya sendiri melalui musik bersama teman-temannya.

Menurut Ferly Halim, cerita tersebut lahir dari realitas yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Ia melihat konflik antara orang tua dan anak sering kali muncul karena pesan yang disampaikan tidak diterima dengan cara yang sama.

"Menurut saya, hubungan ibu dan anak sering kali dipenuhi kesalahpahaman bukan karena mereka tidak saling mencintai, tetapi karena cara berkomunikasi yang berbeda. Terkadang hal sederhana seperti intonasi atau cara penyampaian bisa membuat ibu merasa anaknya tidak patuh, sementara anak merasa ibunya tidak menyayangi dirinya," ujar Ferly Halim dalam keterangan resmi, Rabu (15/7/2026).

Beauty, melalui film ini Ferly juga ingin mengingatkan bahwa komunikasi menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun hubungan keluarga yang hangat. Karena itu, ia menjadikan musik sebagai medium yang membantu para karakter menyampaikan perasaan yang sulit diungkapkan secara langsung.

Menurutnya, banyak anak menganggap kasih sayang kepada orang tua sudah dipahami tanpa perlu diucapkan. Padahal, ungkapan sederhana tetap memiliki makna yang besar bagi seorang ibu.

"Sebagai anak, kita sering kali menganggap kasih sayang kepada ibu sebagai sesuatu yang sudah dipahami tanpa perlu diungkapkan. Padahal, ibu juga perlu merasakan dan mendengar bentuk kasih sayang itu secara langsung. Melalui film ini, saya ingin mengajak semua orang untuk lebih berani menunjukkan cinta kepada ibu selagi masih memiliki kesempatan," kata Ferly Halim.

Pendekatan emosional tersebut semakin diperkuat melalui unsur musik yang menjadi bagian penting dalam alur cerita. Film ini menghadirkan sejumlah lagu legendaris Sheila On 7, seperti "Dan", "Kita", dan "Hujan Turun", yang mengiringi perjalanan emosional para tokohnya. Selain itu, terdapat dua lagu orisinal berjudul Takkan Kubiarkan Kau Menangis dan Sahabat yang dibawakan Keisha Alvaro bersama Sand Band.

Takkan Kubiarkan Kau Menangis dibintangi Ari Irham, Shanty, Ariyo Wahab, Agoye Mahendra, Emiliano Cortizo, Teuku Rizky, Annisa Kayla, Askara Halim, Sandy Andarusman, dan Didi Riyadi. Melalui dinamika hubungan Dika dan Dini, film ini mengangkat isu komunikasi dalam keluarga yang dekat dengan pengalaman banyak orang.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Top Stories

Artikel Pilihan