Menu

Mengenal Cublak Suweng, Blend Kopi yang Terinspirasi dari Budaya Jawa

18 Juli 2026 01:04 WIB

Sumber: istimewa

HerStory, Jakarta —

Roemah Koffie, member of RAI (Royal Agro Industri), meluncurkan produk premium roastery beans terbarunya bertajuk Cublak Suweng, yang memadukan biji kopi Gayo, Aceh, dan Temanggung, Jawa Tengah. Peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen Roemah Koffie dalam melestarikan warisan budaya Nusantara melalui kopi sekaligus memperkenalkannya kepada dunia.

Nama Cublak Suweng diambil dari lagu sekaligus permainan tradisional Jawa yang dimainkan anak-anak dengan membentuk lingkaran sambil memindahkan kerikil dari tangan ke tangan. Permainan tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati berada di sekitar kita.

CEO Roemah Koffie, Felix TJ, mengatakan filosofi tersebut diterjemahkan ke dalam tiga lingkaran yang saling bertautan, yaitu Inner Circle sebagai relasi seseorang dengan dirinya sendiri, Shared Circle sebagai hubungan dengan sesama, dan Eternal Circle sebagai relasi manusia dengan alam.

"Dalam kopi Cublak Suweng, filosofi tersebut diresapi menjadi tiga lingkaran yang saling bertautan. Pertama, Inner Circle yaitu relasi personal kita sebagai individu dengan diri sendiri, kedua, Shared Circle yaitu relasi kita dengan sesama, dan terakhir, Eternal Circle yaitu relasi kita dengan alam," ujar Felix TJ dalam konferensi pers peluncuran Cublak Suweng di outlet Roemah Koffie PIK 2, Kamis (16/7).

Felix menjelaskan, karakter biji kopi Gayo dipadukan dengan sentuhan karamel, hazelnut, dan cokelat dari kopi Temanggung sehingga menghasilkan cita rasa yang seimbang dan harmonis.

"Karakteristik biji kopi Gayo yang khas bertemu sentuhan karamel, hazelnut, dan cokelat dari biji kopi Temanggung, membuat kopi ini memiliki cita rasa yang seimbang dan harmonis, seperti tiga lingkaran makna tadi. Dengan kurasi rasa ini, kami berharap Cublak Suweng bisa menjadi pintu bagi lebih banyak masyarakat domestik maupun internasional untuk menikmati kopi premium khas Indonesia," katanya.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, yang turut hadir dalam peluncuran tersebut, mengapresiasi langkah Roemah Koffie dalam mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui produk kopi.

"Indonesia adalah salah satu coffee producer terbesar di dunia. Apa yang dilakukan Roemah Koffie melalui 'Cublak Suweng' ini adalah wujud nyata dari hilirisasi yang luar biasa. Storytelling budaya dan tradisi Indonesia di balik produk ini merupakan unique selling point yang hanya kita miliki. Jika dikemas dengan tepat, narasi seperti ini bisa membawa produk kreatif kita menjadi pemenang di panggung global," ujar Irene.

Irene juga menilai filosofi permainan tradisional Cublak Suweng memiliki makna yang relevan hingga saat ini.

"Melalui permainan tradisional Cublak Suweng, kita semua diingatkan untuk tetap 'bermain' dan belajar tanpa memandang usia. Di tengah berbagai tantangan yang ada, spirit untuk terus melangkah demi nama Indonesia dan membawa diplomasi kopi ke ranah internasional harus kita dukung bersama," pungkasnya.

Cublak Suweng diolah menggunakan kombinasi proses wet hulled dan natural, yang mempertahankan kelembapan biji kopi sebelum dikupas dan dikeringkan. Proses tersebut menghasilkan kopi dengan tingkat keasaman yang rendah, karakter rasa earthy, manis alami, serta tekstur body yang padat sehingga menghadirkan sensasi rasa yang seimbang.

Commercial Director Roemah Koffie, Ryo Limijaya, mengatakan Cublak Suweng dikembangkan untuk menjawab meningkatnya minat masyarakat terhadap premium roastery.

Menurutnya, kopi tersebut tetap mempertahankan karakter kuat kopi Indonesia, namun memiliki spektrum rasa yang fleksibel sehingga dapat dinikmati sebagai black coffee maupun dijadikan base espresso untuk latte dan berbagai kreasi kopi lainnya.

"Cublak Suweng dirancang agar tetap mempertahankan karakter kopi Indonesia yang kuat, namun memiliki spektrum rasa yang fleksibel. Titik tengah inilah yang membuat Cublak Suweng bisa dinikmati sebagai black coffee maupun dieksplor sebagai base espresso untuk latte dan berbagai kreasi kopi lainnya. Rilisan ini hadir untuk memenuhi kebutuhan para pecinta kopi maupun para pebisnis kopi yang mencari satu base kopi untuk beragam eksplorasi," ujar Ryo.

Tak hanya menghadirkan cita rasa baru, Roemah Koffie juga mengangkat cerita rakyat Nusantara melalui desain kemasan Cublak Suweng yang menampilkan ilustrasi kisah kancil dan kura-kura. Cerita tersebut mengangkat nilai ketekunan dan kesabaran yang selaras dengan falsafah Jawa kuno alon-alon asal kelakon. Roemah Koffie berharap kemasan klasik berbentuk koffie tins dapat menjadikan Cublak Suweng sebagai oleh-oleh khas Indonesia bagi wisatawan mancanegara, sekaligus mendukung kebutuhan commercial roastery melalui jalur ekspor.

Dalam peluncurannya, Roemah Koffie juga menghadirkan sesi Tasting & Sensory Experience, di mana para tamu diajak mengeksplorasi profil rasa Cublak Suweng melalui penyajian Kopi Walik menggunakan piring kecil di atas gelas. Perusahaan juga berkolaborasi dengan Boemi Botanical untuk menghadirkan pengalaman aromatik melalui botanical room fragrance berbahan ekstrak kopi Cublak Suweng, yang menunjukkan bahwa kenikmatan kopi dapat dinikmati tidak hanya sebagai minuman, tetapi juga sebagai karya sensorik.

Sebagai bagian dari ekosistem kopi yang terintegrasi, Roemah Koffie bekerja sama langsung dengan petani lokal dari berbagai daerah dan mengolah biji kopi melalui fasilitas roastery di bawah naungan PT Dewa Kopi Indonesia. Selain Cublak Suweng, Roemah Koffie sebelumnya juga telah menghadirkan varian premium bertema warisan budaya Nusantara, seperti Anak Daro dari Kerinci, Jambi, dan Rambadia dari Gayo, Aceh.

Cublak Suweng tersedia dalam pilihan whole beans dengan tingkat gilingan coarse, medium, dan fine dalam ukuran 200 gram dan 500 gram. Sementara itu, varian ground coffee hadir dalam kemasan kapsul berisi 10 x 5,5 gram. Produk ini dapat diperoleh di seluruh outlet Roemah Koffie di Jakarta dan Tangerang, serta di gerai ritel premium seperti Grand Lucky, Kem Chicks, dan Papaya.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap industri kopi yang berkelanjutan, Roemah Koffie juga tengah mempersiapkan program dukungan bagi petani kopi dan keluarga petani di Temanggung yang selama ini menjadi mitra bisnis perusahaan. Inisiatif tersebut bertujuan mendukung kesejahteraan petani sebagai bagian penting dari rantai industri kopi Indonesia.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan