Menu

Tidur Habis Makan Jadi Penyebab Gerd pada Anak

23 Juli 2026 00:25 WIB

Illustrasi Anak Alami GERD (Freepik/Edited By HerStory)

HerStory, Jakarta —

Moms, beberapa orang tua menganggap kebiasaan anak langsung tidur setelah makan sebagai hal yang biasa. Padahal, kebiasaan tersebut bisa meningkatkan risiko terjadinya gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung pada anak.

Menurut Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K), Konsultan Gastroenterohepatologi Anak - Eka Hospital MT Haryono," jika anak langsung berbaring setelah makan, isi lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan."

Sebaiknya, tunggu hingga 3 jam setelah makan karena makanan membutuhkan waktu untuk berpindah dari lambung ke usus halus. Selain kebiasaan tidur setelah makan, dr. Eva mengatakan posisi berbaring sambil bermain gadget juga dapat meningkatkan risiko refluks.

Jadi, salah satu aturan penting untuk mencegah GERD adalah memberi jeda antara waktu makan dan tidur. Kondisi tersebut dapat menimbulkan keluhan seperti rasa tidak nyaman di dada hingga sensasi terbakar.

Dalam posisi tersebut, aliran balik isi lambung ke kerongkongan lebih mudah terjadi. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan kebiasaan sehari-hari anak, terutama saat makan dan beristirahat.

Tak hanya pola tidur, jenis makanan juga berpengaruh terhadap munculnya GERD. Makanan pedas dapat merangsang produksi asam lambung lebih banyak. Sedangkan makanan berlemak bertahan lebih lama di lambung sehingga memperlambat proses pengosongan lambung.

Selain itu, beberapa makanan dan minuman tertentu juga dapat mempermudah terbukanya katup antara lambung dan kerongkongan. Seperti makanan yang mengandung kafein (kopi dan cokelat) dan minuman bersoda.

Selain itu, sistem pencernaan anak memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap infeksi, alergi, dan kelainan struktural. Dijelaskan oleh dr. Eva beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter gastro anak, antara lain:

Gangguan saluran cerna atas & gejala umum:

  • GERD: Naiknya asam lambung ke kerongkongan yang memicu rasa tidak nyaman pada anak.
  • Kesulitan menelan: Gangguan pada proses menelan makanan.
  • Muntah berulang & muntah darah: Kondisi muntah yang terjadi terus-menerus atau disertai adanya bercak darah.
  • Sakit perut: Baik yang bersifat akut  maupun berulang.

Gangguan buang air besar (BAB):

  • Diare kronis: Diare yang berlangsung lebih dari 2 minggu.
  • Konstipasi kronis: Sembelit menahun yang sudah berjalan lebih dari 2 bulan.
  • BAB sukar: Kesulitan atau hambatan saat anak ingin buang air besar.
  • BAB darah berulang: Adanya darah pada kotoran anak yang terjadi berulang kali.

Masalah berat badan, nutrisi & perilaku makan:

  • Masalah pertumbuhan: Kondisi berat badan (BB) sukar naik, serta anak yang makan banyak tetapi berat badannya tetap tidak bertambah.
  • Gangguan makan: Meliputi anak malas makan, kelainan perilaku makan, hingga masalah makan spesifik pada anak dengan Cerebral Palsy (CP).
  • Gangguan nutrisi lainnya: Mengatasi obesitas pada anak serta masalah gangguan menyusui pada bayi.

Infeksi & radang pencernaan kronis:

  • Alergi makanan: Reaksi sistem imun anak terhadap kandungan makanan tertentu.
  • Infeksi H. Pylori: Infeksi bakteri pada lambung yang bisa memicu luka atau tukak lambung.
  • IBD (Inflammatory Bowel Disease): Peradangan kronis pada dinding saluran cerna, termasuk penyakit Crohn’s dan ulcerative colitis.

Kelainan hati & empedu anak:

  • Kuning pada bayi (Jaundice): Kondisi bayi kuning yang menetap atau berlangsung lebih dari 2 minggu setelah lahir.
  • Atresia Bilier: Kelainan bawaan akibat tersumbatnya saluran empedu.
  • Hepatitis neonatal: Peradangan hati yang terjadi pada masa awal kelahiran bayi.
  • Hepatitis A/B/C: Infeksi virus yang menyerang organ hati anak.
  • Kerusakan hati lainnya: Kelainan fungsi hati akibat efek samping obat, kelainan hati autoimun, hingga kondisi gagal hati pada anak.

Semua hal tersebut bisa ditangi oleh dokter gastro anak. Jika anak Moms mengalami gejala seperti di atas, sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan