Menu

Batik Jakarta Makin Dekat dengan Gen Z, Kembang Sepatu Jadi Inspirasi di IFW 2026

03 Agustus 2026 01:55 WIB

Riana Kesuma (istimewa)

HerStory, Jakarta —

Batik Jakarta terus bertransformasi mengikuti gaya hidup generasi muda. Di Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, Batik Riana Kesuma menghadirkan koleksi "Jakarta: Heritage in Bloom" dengan pendekatan yang lebih modern melalui model outer yang ringan dan dinamis. Menariknya, inspirasi utama koleksi ini justru datang dari kembang sepatu yang tumbuh di berbagai sudut ibu kota.

Koleksi tersebut menjadi upaya Batik Riana Kesuma untuk menghadirkan busana batik yang tetap mempertahankan nilai budaya, tetapi lebih nyaman dikenakan dalam aktivitas sehari-hari sehingga semakin dekat dengan selera Gen Z.

Founder sekaligus Creative Director Batik Riana Kesuma, Riana Kusuma, mengaku ide tersebut lahir dari hal-hal sederhana yang selama ini hadir di sekitar kehidupan masyarakat Jakarta.

"Awalnya, saya sempat kesulitan dalam mencari ide motif yang akan saya tuangkan dalam kain-kain batik yang saya gunakan untuk berkarya. Namun, setelah lama bergelut di bidang ini saya terbiasa membayangkan koleksi busana saya harus nyaman dipakai, memiliki keindahan dan filosofi tersendiri yang bermakna. Akhirnya, tebersit ide untuk mengambil motif-motif yang ada di sekeliling kota Jakarta," ungkap Riana.

Beauty, dari pengamatan tersebut lahirlah motif kembang sepatu yang dipilih sebagai simbol kehidupan, ketangguhan, dan harapan. Motif tersebut kemudian dipadukan dengan pucuk rebung atau tumpal pasung yang terinspirasi dari ornamen Rumah Betawi.

Menurut Riana, bentuk geometris pada motif pucuk rebung melambangkan pertumbuhan, semangat untuk terus maju, sekaligus penghormatan terhadap akar budaya masyarakat Betawi.

Sebagai pelengkap cerita tentang Jakarta, koleksi ini juga menghadirkan Monumen Nasional (Monas) sebagai simbol persatuan dan identitas ibu kota. Seluruh motif dikemas menggunakan permainan warna merah, merah muda, jingga, kuning, hijau, dan biru yang merepresentasikan semangat serta keberagaman masyarakat Jakarta.

"Harmoni warna merah, merah muda, jingga, kuning, hijau, dan biru menggambarkan keberagaman masyarakat, budaya, serta kehidupan kota yang saling melengkapi dalam satu kesatuan yang indah. Sebagai pengusaha batik saya ingin berbuat sesuatu untuk Jakarta dan karya-karya saya ini bisa dinikmati oleh warga Jakarta sebagai ungkapan rasa terima kasih saya untuk Ibu Kota Jakarta," lanjut Riana.

Sementara itu, CEO Batik Riana Kesuma, M. Rio Rahmana, mengatakan inovasi dilakukan bukan pada motif batiknya, melainkan pada gaya busana agar lebih sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

"Batik merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga. Batik Riana Kesuma akan terus menghadirkan inovasi-inovasi baru dan semakin dekat juga dengan generasi muda. Termasuk gaya busananya pun berkembang, model outer-nya harus adaptif, namun tetap menjaga motif batik tetap klasik, namun light sekaligus dinamis. Sehingga, anak-anak muda merasa bangga dan nyaman saat memakainya," ujar Rio.

Melalui koleksi ini, Batik Riana Kesuma memperlihatkan bahwa inspirasi fashion bisa datang dari hal-hal sederhana di sekitar kota. Di saat yang sama, batik tetap menjadi media untuk merawat warisan budaya sambil menyesuaikan diri dengan gaya hidup generasi masa kini.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan