Menu

Rekomendasi Tontonan untuk Si Pecinta Horor, Intip Yuk 'Bloody Smart'

27 Agustus 2026 16:35 WIB

Ilustrasi Anak Sedang Menonton (Pinterest/Chaisplay)

HerStory, Jakarta —

Penggemar horor Jepang kini dapat menyaksikan karya Junji Ito dalam format yang berbeda. Bloody Smart (聰明鎮), serial live-action original yang diadaptasi dari karya maestro komik horor Jepang Junji Ito, hadir secara eksklusif untuk penonton Indonesia di CATCHPLAY+.

Serial yang terdiri dari 10 episode tersebut telah tayang sejak 28 Juli 2026. Bloody Smart menghadirkan sejumlah karakter ikonik ciptaan Junji Ito sekaligus menggabungkan elemen dari berbagai karyanya, termasuk Tomie, Souichi's Convenient Curses, Slug Girl, Hanging Balloons, Blood-sucking Tree, hingga Lovesick Dead.

Alih-alih sekadar menerjemahkan cerita Junji Ito ke dalam format live-action, Bloody Smart membawa penonton ke dunia baru yang dibangun dari berbagai elemen khas karya sang maestro. Atas izin resmi Junji Ito, tim produksi menyusun naskah original yang menggabungkan sejumlah karyanya ke dalam sebuah semesta baru.

Ketika Sistem Pendidikan Berubah Menjadi Teror

Bloody Smart mengangkat sisi gelap budaya pendidikan yang penuh tekanan. Ceritanya berpusat pada Zhao Jia-qi, diperankan Buffy Chen, seorang siswa yang pindah bersama ibu tunggalnya, He Li-fen yang diperankan Gigi Leung, ke kota misterius bernama Chongming.

Kota tersebut dikenal dengan klaim tingkat kelulusan mencapai 100 persen. Namun, di balik reputasi tersebut terdapat Lembaga Bimbingan Belajar Chongming dengan prinsip yang mengerikan: “Hanya mereka yang memiliki nilai tinggi berhak untuk bertahan hidup.”

Atmosfer mencekam tersebut juga terasa dari lingkungan sekolah. Sun Chin-yueh, pemeran Pak Guru Kao sekaligus penggemar anime dan komik, mengungkapkan salah satu pengalaman yang paling membekas selama proses produksi.

Menurutnya, di koridor luar kelas terdapat deretan foto siswa dengan leher miring yang sebelumnya berhasil masuk kelas intensif. Kondisi tersebut membuat suasana sekolah terasa aneh sekaligus nyata.

Kengerian sistem pendidikan di Chongming semakin terlihat melalui fasilitas “Kelas Intensif Perorangan”. Aktor Edison Song yang berperan sebagai Fu Ke-chin menggambarkan ruang tersebut sebagai tempat yang sangat sempit dan dirancang untuk membuat seseorang mencapai batas kemampuannya.

Untuk masuk ke ruangan tersebut, seseorang harus melewati empat lapis pintu. Bagian dalamnya begitu sempit hingga seseorang harus memiringkan kepala agar tidak terbentur langit-langit.

Sementara itu, Yu Jie-en menggambarkan sekolah tersebut dipenuhi spanduk bertuliskan “Belajar, Belajar”. Ia bahkan membandingkannya dengan pengalaman mengikuti bimbingan belajar yang pernah menetapkan aturan keras, meski menurutnya solidaritas antarmurid saat itu masih terasa.

Buffy Chen juga menyoroti sistem belajar selama 24 jam tanpa henti yang diterapkan di Bimbingan Belajar Chongming.

Bangun Semesta Baru Junji Ito

Sutradara Hsieh Chun-yi menjelaskan bahwa Bloody Smart tidak dibuat sebagai adaptasi harfiah dari karya-karya Junji Ito. Tim produksi justru mengembangkan cerita original dengan mengambil fondasi dari semangat karya sang maestro.

Konsep tersebut kemudian diwujudkan dalam format serial live-action untuk membangun sebuah “Alam Semesta Junji Ito” yang melampaui cerita-cerita aslinya. Salah satu tantangan terbesar adalah menghidupkan karakter fantasi seperti Tomie dan Souichi sebagai manusia dengan latar belakang serta hubungan antarkarakter yang lebih mendalam.

Serial ini turut didukung tim produksi yang memiliki pengalaman dan penghargaan Golden Bell serta Golden Horse, khususnya dalam bidang fotografi, artistik, tata busana, tata rias, hingga efek visual atau VFX.

Jajaran pemerannya antara lain Gigi Leung, yang menandai debut drama Taiwan pertamanya sebagai seorang ibu dengan pola asuh bertekanan tinggi, serta Winston Chao sebagai Profesor Kang, kepala sekolah yang mengutamakan nilai di atas segalanya.

Ada pula Chang Shu-wei yang tampil sebagai karakter antagonis dan tidak segan menggunakan sekop dalam adegan berdarah. Sementara pemeran lainnya mencakup Buffy Chen, Yu Jie-en, Zheng Wei-ling, Elly Hsu, Liu Hsiu-fu, Pan Kang-dag, Sung Po-wei, Qiao Yuan-yuan, Chiu Yi-tai, Tian Hsin, Tang Tsong-sheng, Lei Hung, James Wen, Aaron Yan, Janel Tsai, Sun Chin-yueh, hingga An Yuan-liang.

Bukan Sekadar Horor

Di balik elemen horornya, Bloody Smart membawa tema mengenai tekanan sistemis dan bagaimana manusia dapat bertindak ketika berada dalam kondisi ekstrem.

Serial ini diposisikan bukan hanya sebagai tontonan horor, tetapi juga sebagai sebuah eksperimen sosial mengenai hal-hal ekstrem yang dapat dilakukan manusia ketika dihadapkan pada tekanan sistemis.

Bloody Smart terdiri dari 10 episode dan dapat disaksikan secara eksklusif di CATCHPLAY+ Indonesia.

Bagi penonton yang ingin mengikuti kisah sekolah misterius Chongming sekaligus melihat bagaimana karakter-karakter khas Junji Ito diterjemahkan ke dalam format live-action, serial ini menawarkan pendekatan baru terhadap semesta horor sang maestro.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan