Menu

MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 Ajak Keluarga Lebih Peduli Gizi dan Tumbuh Kembang Anak

30 Agustus 2026 02:16 WIB

Sumber: istimewa

HerStory, Jakarta —

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan keluarga kembali hadir melalui MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, festival yang digagas Bakti Sosial Djarum Foundation dan MilkLife bersama Pemerintah Kabupaten Kudus ini berlangsung pada 29–30 Agustus 2026 di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Jawa Tengah.

Mengusung tema “Jaga Generasi Emas, Merdeka Lawan Stunting”, kegiatan ini memadukan edukasi dan layanan kesehatan dengan berbagai aktivitas keluarga serta hiburan. Festival tersebut menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan, pemenuhan gizi, kebersihan lingkungan, hingga pemantauan tumbuh kembang anak.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengapresiasi keberlanjutan program tersebut. Menurutnya, berbagai inisiatif yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat turut memberikan dampak terhadap penurunan angka stunting di Kabupaten Kudus.

Ia menyebut angka stunting di Kudus turun dari 4,08 persen menjadi 3,04 persen dalam dua tahun terakhir. Penurunan tersebut, menurut Sam’ani, menunjukkan dampak positif program keluarga sehat yang telah berjalan sejak 2024.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bakti Sosial Djarum Foundation yang terus mengawal program-program keluarga sehat dengan penurunan stunting sangat signifikan, yang sebelumnya 4,08% menjadi 3,04%. Artinya dengan adanya program ini sejak tahun 2024 dampaknya sangat positif terhadap penurunan angka stunting di Kudus,” katanya.

Sam’ani mengatakan kolaborasi berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung target Generasi Emas 2045. Pemerintah Kabupaten Kudus menargetkan wilayah tersebut terbebas dari stunting pada 2030.

Untuk mencapai target itu, ia menilai edukasi mengenai kesehatan dan lingkungan perlu diberikan sejak dini agar kesadaran tersebut dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“MilkLife Keluarga Sehat terbukti luar biasa dampaknya. Semoga dengan ada edukasi dan pelayanan seperti ini masyarakat bisa semakin sadar arti kesehatan keluarga. Kami harapkan seluruh pihak bisa meneruskan informasi ini sampai ke tingkat desa maupun RT. Mari kita sukseskan generasi emas, cegah stunting dan semoga di tahun 2030 Kabupaten Kudus zero stunting,” tambahnya.

Tak hanya edukasi, ada layanan kesehatan untuk keluarga

Selama dua hari penyelenggaraan, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan kesehatan. Fasilitas yang tersedia mencakup pemeriksaan kehamilan menggunakan USG bagi ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, serta screening anemia bagi remaja dan calon pengantin.

Pengunjung juga dapat mengikuti pemeriksaan triple elimination yang meliputi HIV, sifilis, dan Hepatitis B. Selain itu, tersedia dokter umum untuk konsultasi serta pemeriksaan kesehatan jiwa bersama psikolog klinis.

Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto, mengatakan keberlanjutan festival menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kesehatan masyarakat secara konsisten.

Menurutnya, penurunan angka stunting di Kudus sejak festival keluarga sehat mulai digelar pada 2024 menjadi pendorong bagi pihaknya untuk terus memperluas kontribusi. Ia juga menilai target Kudus bebas stunting pada 2030 realistis melihat antusiasme masyarakat yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.“Kami ingin Kudus menjadi salah satu kabupaten terbaik dalam penanganan kesehatan dan juga stunting. Maka dari itu kami siap mendukung untuk menjadikan Kudus zero stunting di tahun 2030. Kami mulai membiasakan supaya mereka (orangtua) tahu yang terbaik untuk putra-putrinya. Pada intinya, kami ingin memberi kontribusi positif bagi warga Kudus, karena kami lahir dan besar di Kudus,” tuturnya.

Sementara itu, Field Promotion Manager, Danang Adityo Pramandaru, mengatakan festival sengaja dikemas dalam suasana yang menyenangkan agar masyarakat bisa mendapatkan pengalaman mengenai kesehatan sekaligus menikmati waktu bersama keluarga.

Berbagai hiburan dan aktivitas keluarga ditempatkan berdampingan dengan layanan serta edukasi kesehatan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus mendorong kesadaran mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi dan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak.

“Kami ingin Festival Keluarga Sehat menjadi ruang yang fun, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan mengenai kesehatan jasmani, tetapi juga dapat menikmati berbagai hiburan bersama keluarga. Di sisi lain, pemenuhan nutrisi dan gizi seimbang juga berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang, termasuk dengan mengonsumsi susu berkualitas,” ujarnya.

Dorong perhatian pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Abdul Hakam, M.Si, Med, Sp.A, mengatakan festival memiliki peran dalam meningkatkan pemahaman keluarga mengenai kesehatan anak, terutama pada usia dini.

Ia menekankan pentingnya pemantauan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai bagian dari pencegahan stunting. Hal tersebut mencakup perhatian terhadap kebutuhan nutrisi serta pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.

Menurut Abdul Hakam, standar maksimal stunting yang direkomendasikan WHO berada di bawah 10 persen. Sementara itu, angka stunting Kabupaten Kudus saat ini berada di sekitar 3 persen.

Ia menargetkan angka tersebut dapat ditekan secara bertahap menjadi 2 persen pada 2027. Untuk 2028–2029, targetnya berada di kisaran 0,3–0,9 persen, sebelum diupayakan mencapai 0 persen pada 2030 sesuai target pemerintah daerah.

“Sebenarnya standar maksimal stunting yang direkomendasikan oleh WHO adalah di bawah 10%. Kita bersyukur Kabupaten Kudus sudah di angka 3%. Ini suatu prestasi yang luar biasa dan kita harus maksimalkan. Jadi kita targetnya bagaimana nanti secara bertahap di 2027 mencapai 2%, 2028 sampai 2029 mungkin ya 0,3% atau 0,9%, karena memang pasti masih akan ada (stunting). Tapi kami usahakan bersama nanti bagaimana menembus 0% sesuai target pak Bupati di 2030,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pencegahan stunting pada ibu hamil juga perlu menjadi perhatian, salah satunya melalui pemenuhan asupan gizi.

Sanitasi turut menjadi faktor penting karena berkaitan dengan munculnya penyakit. Selain itu, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, serta pemeriksaan selama 1.000 hari kehidupan juga perlu terus digalakkan.

Abdul Hakam juga menyoroti potensi anemia dan pentingnya edukasi mengenai peningkatan gizi. Ia menyebut konsumsi daging merah seperti kerbau, kambing, sapi, dan ampela sebanyak tiga hingga lima kali dalam seminggu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi ibu hamil.

Pengunjung dapat belajar sambil bermain bersama keluarga

Bagi masyarakat yang hadir, festival tidak hanya menjadi tempat memperoleh layanan kesehatan, tetapi juga sarana mendapatkan pengetahuan baru mengenai kesehatan keluarga.

Lusi Rahmawati, warga Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, mengatakan berbagai layanan dan aktivitas yang tersedia cukup lengkap dan informatif.

Saat mengunjungi booth Hunian Sehat dan layanan tumbuh kembang anak, ia mendapatkan informasi mengenai kebersihan lingkungan serta pola makan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengikuti screening anemia dan berkonsultasi mengenai hasil pemeriksaannya.

“Acaranya bagus dan fasilitas yang disediakan juga sangat memadai. Kita jadi banyak dapat pengetahuan baru soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah, mengenai gizi dan tumbuh kembang. Tadi juga sempat screening anemia, jadi saya bisa berkonsultasi dengan leluasa dan penyampaian hasil screening-nya juga jelas,” ujar ibu dua anak tersebut.

Selain edukasi kesehatan, festival juga menghadirkan sejumlah aktivitas interaktif untuk keluarga. Kegiatannya meliputi Jalan Keluarga Sehat – Parade Gizi Hebat, lomba estafet Isi Piringku untuk mengedukasi anak-anak dalam memilih makanan sehat, lomba mewarnai, serta taman eksplorasi untuk stimulasi sensorik.

Suasana festival turut diramaikan pertunjukan musik dan wayang humor. Pada puncak acara, pengunjung berkesempatan mengikuti pengundian doorprize utama berupa motor listrik Polytron Fox R 350.

Berlanjut dari rangkaian kegiatan sejak Juli

MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak 19 Juli hingga 9 Agustus 2026 melalui Aksi Rumah Resik Sehat (SIKAT) dan Belanja Pinter Gizine Bener (BPGB).

Program SIKAT melibatkan 2.311 peserta dari Desa Wonosoco, Desa Gribig, Desa Mejobo, dan Desa Klaling. Sementara itu, BPGB memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemilihan bahan makanan berdasarkan kebutuhan gizi seimbang.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan selama festival berlangsung, tetapi juga melanjutkan upaya edukasi kesehatan dan gizi yang telah berjalan di tengah masyarakat Kudus.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan