Menu

Bukan Sekadar Anti-Aging, Dermatolog Bahas Cara Tepat Menggunakan Retinol

18 September 2026 22:50 WIB

Sumber: istimewa

HerStory, Jakarta —

Perawatan kulit kini semakin bergeser dari sekadar mengejar penampilan menuju upaya menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang. Salah satu bahan aktif yang banyak diperbincangkan dalam perawatan skin aging adalah retinol, yang digunakan untuk membantu mengatasi berbagai tanda penuaan sekaligus memperbaiki kondisi kulit.

Pemanfaatan retinol menjadi salah satu topik utama dalam kegiatan Lunch & Learn Roadshow Advancing the Science of Skin Health yang digelar di The Westin Jakarta, Kamis (17/9/2026). Kegiatan yang berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika Indonesia (Perdoski) Jakarta tersebut diikuti sekitar 100 anggota organisasi dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika.

Jakarta menjadi kota pertama dari rangkaian edukasi ilmiah yang akan digelar di delapan kota di Indonesia. Dalam kegiatan ini, para dermatologis membahas penggunaan retinol, mulai dari dasar pemakaian hingga penerapannya dalam praktik klinis, terutama untuk menghadapi berbagai persoalan kulit yang berkaitan dengan proses penuaan.

Retinol diketahui dapat menjadi bagian dari pendekatan perawatan photoaging, termasuk membantu memperbaiki tekstur kulit serta menyamarkan tampilan garis halus dan kerutan. Meski demikian, penggunaannya tidak dapat disamaratakan karena kondisi dan tingkat toleransi kulit setiap orang berbeda.

Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dr. Adhimukti T. Sampurna, Sp.DVE., Subsp.OBK., FINSDV, FAADV, FISQUA, mengatakan strategi penggunaan retinol perlu disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan kulit masing-masing individu.

“Retinol memiliki bukti klinis dalam membantu memperbaiki berbagai manifestasi photoaging. Dalam praktiknya, strategi penggunaan retinol perlu disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan tolerabilitas masing-masing pasien,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, pemilihan konsentrasi, frekuensi pemakaian, hingga cara memperkenalkan retinol secara bertahap menjadi faktor penting agar manfaat yang diperoleh dapat lebih optimal. Konsistensi penggunaan dalam jangka panjang juga menjadi bagian dari proses perawatan.

Retinol Tak Hanya untuk Tanda Penuaan

Hal senada disampaikan dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.DVE., FINSDV, FAADV, IFAAD. Menurutnya, retinol dapat digunakan untuk menangani beragam persoalan kulit, mulai dari warna kulit yang tidak merata, tekstur, fine lines, kerutan, hingga jerawat dan noda hitam.

Penggunaan retinol juga dapat disesuaikan dengan berbagai perawatan maupun prosedur dermatologi lainnya, baik sebagai persiapan, perawatan lanjutan, maupun maintenance.

Dalam pengamatannya terhadap tiga pasien dengan karakteristik kulit Indonesia selama tujuh minggu, terlihat perubahan pada tekstur kulit, area kemerahan, serta tanda-tanda penuaan seperti garis halus dan kerutan. Meski demikian, penggunaan retinol tetap perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan tolerabilitas kulit.

Kombinasi Retinol dan PHA

Sejalan dengan tren penggunaan bahan aktif dalam rutinitas perawatan kulit, Obagi Medical turut menghadirkan OBAGI Medical Retinol + PHA Night Cream yang memadukan Entrapped Retinol dan PHA (Polyhydroxy Acid).

Retinol ditujukan untuk membantu mendukung regenerasi kulit, menyamarkan tampilan garis halus, dan memperbaiki tekstur. Sementara itu, PHA membantu mengangkat sel kulit mati secara lebih lembut sekaligus menjaga hidrasi.

Kombinasi tersebut ditujukan sebagai salah satu pilihan bagi konsumen yang mulai memasukkan retinol ke dalam rutinitas perawatan kulit, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan toleransi kulit masing-masing.

Head of Business Unit idsMED Aesthetics Indonesia Mirrah Almirah mengatakan edukasi berbasis sains penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan kulit.

“Melalui kegiatan Lunch & Learn Advancing the Science of Skin Health, kami ingin menciptakan ruang bagi para dokter untuk bertukar pengetahuan, membahas evidence terbaru, dan menghubungkannya dengan penerapan di praktik klinis sehari-hari,” ujarnya.

Rangkaian edukasi tersebut akan berlanjut ke tujuh kota lainnya di Indonesia. Selain memperluas diskusi di kalangan dermatologis, kegiatan ini menunjukkan semakin berkembangnya perhatian terhadap perawatan kulit yang tidak hanya mengejar hasil estetika, tetapi juga mempertimbangkan kesehatan dan kebutuhan kulit secara menyeluruh.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan