Menu

SFA Rayakan 13 Tahun dengan Kolaborasi Fashion dan UMKM, Boyong Tenun Manggarai Barat ke Panggung Modern!

22 September 2026 03:25 WIB

Fashion Nation 2026 (istimewa)

HerStory, Jakarta —

Sparks Fashion Academy (SFA) merayakan 13 tahun perjalanannya lewat panggung Fashion Nation 2026 di Senayan City, Jakarta. Perayaan ini mengusung tema "13eyound: The Future Nostalgic – Celebrating the Past, Creating the Future", mempertemukan warisan budaya dengan interpretasi fashion masa kini dan masa depan.

Dari momen ini, SFA turut menghadirkan kolaborasi bersama Yayasan Astra Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), menampilkan lima UMKM terpilih hasil pelatihan bersama SFA yang membawa kain tenun Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, ke atas panggung. 

Adapun kelima UMKM tersebut adalah Copa de Flores, Alendra, Soloputri, Kelow, dan Conny's Creation, yang sebelumnya mengikuti pelatihan bersama SFA dari tingkat dasar hingga intermediate.

Dari Pelatihan ke Panggung Fashion

Melalui proses tersebut, para pelaku UMKM mengembangkan kemampuan dalam mengolah kreativitas dan potensi lokal menjadi karya fashion. Di Fashion Nation 2026, mereka mengangkat tema Nusantara dengan mengeksplorasi tenun Manggarai Barat ke dalam busana kontemporer sesuai pendekatan desain masing-masing.

Penggunaan wastra tersebut sekaligus membawa perhatian pada potensi pengrajin daerah. Kain tradisional tidak hanya menjadi material busana, tetapi diolah kembali melalui perspektif desain untuk masuk ke konteks fashion masa kini.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari perayaan SFA dengan tema “13eyound: The Future Nostalgic – Celebrating the Past, Creating the Future”. Tema tersebut mempertemukan warisan budaya dengan interpretasi fashion masa kini dan masa depan.

Founder & CEO Sparks Fashion Academy Floery D. Mustika mengatakan perjalanan SFA selama 13 tahun juga berkaitan dengan upaya membangun ekosistem fashion melalui kolaborasi.

“Tiga belas tahun bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi perjalanan membangun ekosistem. Kami percaya bahwa masa depan industri fashion Indonesia lahir dari kolaborasi antara pendidikan, kreativitas, dan dunia usaha,” ujar Floery.

Membangun Mentalitas Sebelum Kemampuan Teknis

Ketua Pengurus Yayasan Astra YDBA, Rahmat Samoleh, mengatakan pembinaan UMKM tidak hanya menyasar kemampuan teknis, tetapi juga mentalitas dan aspek usaha.

“Setiap tahunnya, kami membina sekitar 1.000 UMKM melalui YDBA. Yang pertama kami bangun adalah mentality, karena tanpa mental yang kuat akan sulit untuk berkembang. Selanjutnya, kami memperkuat aspek Quality, Cost, dan Delivery atau QCD. Bersama SFA, kami melakukan pelatihan dan pembinaan bersama para mentor berpengalaman untuk mendukung perkembangan UMKM fashion,” ujar Rahmat Samoleh.

Selain kolaborasi dengan YDBA, Fashion Nation 2026 juga menjadi panggung bagi desainer muda SFA melalui sequence The New Wave dan Emerging Brands. 

Rangkaian tersebut menghadirkan eksplorasi desain sekaligus memperlihatkan pengembangan talenta menuju pembentukan identitas dan fashion brand.

Selain itu, kolaborasi SFA dan YDBA juga hadir melalui Mini Talkshow bersama SFA, YDBA, dan Bellayu, mempertemukan pendidikan, UMKM, kreativitas, dan pengembangan wastra dalam rangkaian Fashion Nation 2026.

Artikel Pilihan