Menu

Bata dan Generasi Baru, Setelah 95 Tahun, Apa yang Berubah?

29 September 2026 03:45 WIB

Bata (istimewa)

HerStory, Jakarta —

Beauty, nama Bata mungkin sudah lekat dengan pengalaman beberapa generasi Indonesia, dari sepatu sekolah hingga alas kaki untuk aktivitas sehari-hari. Memasuki 95 tahun kehadirannya di Indonesia pada 2026, Bata kini berupaya membangun alasan baru agar tetap dipilih konsumen, termasuk generasi muda. Upaya tersebut dilakukan melalui transformasi global yang mencakup penyederhanaan produk, cara kerja, serta penguatan kanal retail dan digital.

Hal tersebut disampaikan Panos Mytaros, Global CEO Bata Group, saat berkunjung ke Indonesia pada September 2026. Memasuki satu tahun kepemimpinannya, Panos menjelaskan bahwa transformasi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat fundamental bisnis sekaligus membawa Bata lebih dekat dengan konsumen.

“Transformasi yang kami lakukan bukan tentang membuat Bata menjadi brand yang berbeda. Kami ingin menyederhanakan cara kami bekerja, menyederhanakan apa yang kami tawarkan, dan yang paling penting, memastikan produk yang kami hadirkan benar-benar memberikan nilai bagi konsumen. Kami ingin membuat Bata lebih mudah dipahami, lebih relevan, dan pada akhirnya lebih dekat dengan konsumen,” ujar Panos Mytaros, Global CEO Bata Group.

Menyederhanakan Bisnis untuk Kembali Fokus pada Konsumen

Menurut Panos, salah satu perubahan utama Bata adalah simplifikasi yang mencakup portofolio produk, organisasi, cara kerja, hingga cara brand hadir di hadapan konsumen.

Di tengah pilihan footwear yang semakin beragam, Bata menilai konsumen membutuhkan alasan yang jelas untuk memilih sebuah produk. Pertimbangannya mencakup desain, kenyamanan, kualitas, hingga harga. Karena itu, Bata ingin membuat portofolio produknya lebih mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari serta gaya hidup konsumen.

Konsumen Berubah, Kebutuhan akan Value Tetap Ada

Perubahan perilaku konsumen juga mendorong Bata beradaptasi. Konsumen Indonesia kini memiliki akses informasi yang lebih cepat, lebih banyak pilihan produk, serta semakin aktif menggunakan kanal digital.

“Konsumen Indonesia memang berubah. Mereka semakin digital, mendapatkan lebih banyak informasi, dan memiliki lebih banyak pilihan. Tetapi ada hal yang tidak berubah: mereka ingin mendapatkan value yang baik, harga yang masuk akal, dan pilihan. Jika kita tidak memberikan pilihan yang mereka butuhkan, mereka akan pergi ke tempat lain. Karena itu, kami harus terus mendengarkan konsumen dan memastikan apa yang kami tawarkan benar-benar relevan,” jelas Panos.

Bata kemudian memperkuat kehadirannya di kanal digital, sekaligus mempertahankan retail fisik sebagai bagian dari pengalaman konsumen.

Indonesia Tetap Menjadi Bagian Penting dari Masa Depan Bata

Tahun 2026 menandai 95 tahun kehadiran Bata di Indonesia. Sejarah panjang tersebut menjadi bagian dari hubungan brand dengan konsumen lintas generasi, tetapi Bata kini ingin membangun hubungan yang juga relevan bagi konsumen masa kini.

“Kami sudah berada di Indonesia selama 95 tahun. Indonesia bukan pasar yang ingin kami tinggalkan. Justru sebaliknya, kami ingin membangun kembali Bata di Indonesia. Kami perlu memiliki pondasi yang stabil, memperkuat retail, memperkuat kehadiran online, dan bekerja bersama franchise lokal. Ambisinya sederhana, kami ingin Bata kembali menjadi nama yang identik dengan sepatu di Indonesia,” ujar Panos.

Bata Kembali: Membangun Relevansi untuk Konsumen Hari Ini

Transformasi tersebut diarahkan untuk menjangkau konsumen dari berbagai generasi. Bagi konsumen yang telah mengenal Bata, sejarah dan nostalgia menjadi bagian dari hubungan dengan brand. Sementara bagi konsumen yang lebih muda, Bata ingin menghadirkan alasan baru untuk mengenal dan memilih produk berdasarkan kebutuhan mereka saat ini.

Membangun 100 Tahun Berikutnya

Setelah 95 tahun di Indonesia, Bata memusatkan transformasinya pada simplifikasi produk, penguatan digital dan retail, serta kemitraan lokal.

“Kami tidak ingin konsumen memilih Bata hanya karena orang tua mereka pernah memakai Bata. Kami ingin mereka memilih Bata karena apa yang kami tawarkan kepada mereka hari ini. Setelah 95 tahun, pesan saya sederhana: Bata kembali. Kami ingin kembali lebih dekat dengan konsumen, kembali relevan, dan terus berkembang bersama Indonesia,” tutup Panos.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan