Menu

Beauty Lovers Merapat! 1.550 Brand dari 17 Negara Ramaikan Cosmobeauté Indonesia 2026

01 Oktober 2026 18:22 WIB

Cosmobeauté Indonesia 2026 resmi dibuka hari ini (01/10/2026) di Hall 5–9, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City

HerStory, Jakarta —

Industri kecantikan Indonesia kembali kedatangan pemain dari berbagai negara. Cosmobeauté Indonesia 2026 resmi dibuka di Hall 5–9 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Kamis (1/10/2026), dengan menghadirkan 1.550 brand dari 17 negara dan wilayah.

Memasuki penyelenggaraan ke-19, pameran bisnis kecantikan ini tak hanya menjadi tempat brand memamerkan produk. Berbagai pelaku industri, mulai dari produsen, supplier, distributor, buyer, profesional, hingga ahli kecantikan, ikut berkumpul untuk mencari peluang bisnis sekaligus bertukar pengetahuan.

Tahun ini, Cosmobeauté Indonesia diikuti lebih dari 562 perusahaan. Delapan paviliun internasional turut hadir membawa produk, teknologi, bahan baku, hingga solusi dari pasar kecantikan global.

Negara dan wilayah yang berpartisipasi antara lain Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Korea, Malaysia, Prancis, Singapura, Swiss, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Puspa yang membuka Cosmobeauté Indonesia 2026 melihat perkembangan industri beauty kini semakin luas. Menurutnya, kecantikan tidak lagi hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi mulai beririsan dengan wellness dan kesehatan.

“Industri kecantikan, saat ini sudah berkembang semakin luas. Beauty tidak lagi hanya berbicara tentang penampilan, tetapi semakin terhubung dengan wellness. Indonesia sendiri tercatat sebagai wellness market terbesar di Asia Tenggara pada 2024. Karena itu, penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi penguat posisi Indonesia sebagai destinasi wellness, beauty, dan kesehatan, sembari diperkuat dengan berbagai program dan kebijakan dari sisi pemerintah dan kolaborasi dengan sektor swasta. Dari sektor pariwisata, kami percaya bahwa sektor beauty dan juga wellness serta kesehatan ini dapat mendorong pariwisata yang semakin berkualitas dan berkelanjutan, sehingga bisa memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Ni Luh Puspa.

Tak cuma berburu produk baru, pengunjung dan pelaku industri juga bisa mengikuti berbagai program yang membahas perkembangan beauty dari hulu hingga hilir. Mulai dari bahan baku dan formulasi, teknologi, tren konsumen, manufaktur, hingga rantai pasok menjadi bagian dari agenda yang dihadirkan tahun ini.

Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari, mengatakan penyelenggaraan tahun ini menunjukkan perkembangan industri kecantikan yang semakin luas.

“Penyelenggaraan Cosmobeauté Indonesia tahun ini mencerminkan bagaimana industri kecantikan terus berkembang, tidak hanya melalui produk, tetapi juga melalui inovasi, pengetahuan, teknologi, keterampilan, dan kolaborasi. Melalui pameran dan berbagai program yang dihadirkan, kami ingin menyediakan ruang bagi pelaku industri untuk bertemu, bertukar perspektif, dan mengeksplorasi berbagai peluang dalam ekosistem industri kecantikan yang semakin luas,” ujar Kristi.

Bagi pelaku bisnis, salah satu program yang bisa dimanfaatkan adalah Beauté Meeting. Program ini mempertemukan peserta pameran dengan buyer dan membuka peluang untuk menemukan produk, teknologi, bahan baku, maupun solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Sementara itu, Beauté Speak dan Supply Chain Academy menghadirkan pembahasan mengenai regulasi, perkembangan ilmiah dan formulasi, tren pasar dan konsumen, transformasi digital, manufaktur, hingga rantai pasok.

Founder PT Rudy Hadisuwarno Oetomo, Rudy Hadisuwarno, menilai perkembangan industri kecantikan membuat pelaku usaha harus terus beradaptasi.

“Di tengah perubahan tren, teknologi, dan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, industri kecantikan dituntut untuk terus berinovasi tanpa kehilangan kualitas dan identitasnya. Saya percaya, kemajuan sebuah industri tidak hanya lahir dari kreativitas, tetapi juga dari keberanian untuk berkolaborasi dan terus belajar menghadapi perkembangan zaman,” ucap Rudy.

Bukan hanya soal bisnis, Cosmobeauté Indonesia 2026 juga menyediakan ruang bagi beauty enthusiast dan profesional untuk mengasah keterampilan. Melalui Beautéducation, pengunjung dapat mengikuti seminar, pelatihan praktik, workshop, hingga program sertifikasi di bidang kecantikan, kuku, rambut, estetika, parfum, salon, dan spa.

Ada pula Cosmo Inclusive Makeup Class dan Cosmo Inclusive Barber Class yang memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan di industri kecantikan.

Berbagai aktivitas lain juga hadir melalui Beauté Live dan Beauté Spot, mulai dari demonstrasi tata rias dan rambut, diskusi, kompetisi profesional, hingga penghargaan. Pengunjung bahkan dapat mencoba layanan kecantikan secara langsung lewat Cosmobeauté Experience Connect, seperti massage, nail art, serta hair & skin check.

Isu keberlanjutan juga ikut masuk dalam agenda. Cosmobeauté Indonesia Sustainability Awards 2026 memberikan apresiasi kepada exhibitor berdasarkan praktik keberlanjutan melalui empat kategori, yakni Sustainable Product Innovation, Sustainable Packaging & Circularity, Social Impact & Ethical Business, serta Carbon Conscious Operations.

Kolaborasi lintas negara turut menjadi bagian dari penyelenggaraan tahun ini. M Beauty & Academy, yang disebut sebagai cabang resmi pertama K-Beauty In Association di Indonesia, menghadirkan program edukasi sekaligus membuka pertukaran pengetahuan dan tren kecantikan antara Korea Selatan dan Indonesia.

“Kehadiran kami di Cosmobeauté Indonesia menjadi kesempatan untuk mempertemukan pengetahuan dan tren kecantikan dari Korea Selatan dengan para profesional dan beauty enthusiast di Indonesia. Melalui pendidikan berstandar internasional, kami ingin tidak hanya berbagi keterampilan, tetapi juga membangun jembatan pertukaran pengetahuan yang dapat mendukung perkembangan talenta dan industri kecantikan di kedua negara,” ujar Korean Director M Beauty & Academy, Jo Min Kyung.

Dengan banyaknya brand, pelaku usaha, profesional, dan institusi yang terlibat, Cosmobeauté Indonesia 2026 tak hanya menjadi ajang pamer produk kecantikan. Pameran ini juga menjadi ruang untuk mencari koneksi, mengikuti perkembangan tren, meningkatkan kompetensi, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal dan UMKM untuk mengenal pasar yang lebih luas.

Untuk diketahui, Cosmobeauté Indonesia 2026 berlangsung pada 1–3 Oktober 2026 di Hall 5–9 ICE BSD City, Tangerang.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan