Menu

Cosmobeauté Indonesia 2026 Perluas Peran: Buka Jalan Produk Lokal ke Pasar Global

03 Oktober 2026 09:46 WIB

Kristi Wulandari, Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia. (Dok. Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Pasar kecantikan Indonesia tidak lagi hanya berkutat pada produk skincare, rambut, atau kosmetik. Perkembangan teknologi, wellness, hingga perubahan kebutuhan konsumen membuat cakupan industri ini semakin luas.

Perubahan tersebut ikut tercermin dalam penyelenggaraan Cosmobeauté Indonesia. Memasuki edisi ke-19, pameran yang digelar PT Pamerindo Indonesia itu tidak hanya menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi juga memperluas kategori industri, menghadirkan program edukasi, serta membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pasar internasional.

Cosmobeauté Indonesia 2026 berlangsung pada 1-3 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang. Tahun ini, penyelenggara mengembangkan pameran ke dalam delapan segmen industri.

Kategori yang dihadirkan kini mencakup wellness, teknologi kecantikan berbasis artificial intelligence (AI), perawatan ibu dan bayi, produk untuk kelompok lanjut usia, parfum, hingga produk penunjang kesehatan. Perluasan tersebut melengkapi kategori yang selama ini identik dengan industri kecantikan, seperti skincare, haircare, dan estetika.

Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari, mengatakan perluasan kategori dilakukan karena batas antara kecantikan, kesehatan, dan wellness semakin berkembang.

"Kami ingin Cosmobeauté Indonesia menjadi pelopor dalam memperkenalkan produk-produk baru di industri kecantikan. Karena itu, kami selalu berkoordinasi dan melihat kategori apa yang berpotensi berkembang, baik dari pasar Indonesia maupun tren internasional," ujar Kristi saat ditemui di sela Cosmobeauté Indonesia 2026, Jumat (2/10/2026).

Menurut Kristi, perubahan tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang Cosmobeauté Indonesia sejak pertama kali digelar pada 2006.

Saat itu, konsep pameran business-to-business (B2B) yang secara khusus menyasar industri kecantikan belum banyak ditemukan di Indonesia. Pamerindo kemudian membangun Cosmobeauté Indonesia sebagai ruang pertemuan bagi perusahaan yang bergerak di berbagai rantai industri kecantikan.

"Ketika pertama kali kami menyelenggarakan Cosmobeauté Indonesia pada 2006, belum banyak pameran yang secara khusus berfokus pada industri kecantikan dengan konsep B2B. Pada awalnya memang tidak mudah karena kami harus selektif dalam mengajak perusahaan yang memiliki tujuan bisnis jangka panjang," ungkapnya.

Hampir dua dekade kemudian, karakter pameran tersebut ikut berubah mengikuti kondisi pasar. Menurut Kristi, Cosmobeauté Indonesia sempat mencatat pertumbuhan secara konsisten sebelum pandemi Covid-19 menghentikan kegiatan pameran selama sekitar dua tahun.

Namun, pandemi justru memperlihatkan adanya peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap produk perawatan diri. Berdasarkan komunikasi Pamerindo dengan pelaku usaha, penjualan sejumlah produk kecantikan jadi meningkat sekitar 20%-30% dibandingkan periode sebelum pandemi.

"Saat pandemi 20%-30% penjualan produk kecantikan itu lebih tinggi dibandingkan saat sebelum pandemi karena saat itu orang lebih banyak di rumah, banyak meluangkan waktu untuk skincare-an. Jadi memang periode itu justru bertumbuh," kata Kristi.

Exhibitor Internasional Kembali Berdatangan

Ketika Cosmobeauté Indonesia kembali diselenggarakan pada 2022, tantangan justru datang dari pemulihan aktivitas bisnis internasional.

Sejumlah faktor seperti perubahan regulasi acara, biaya partisipasi, serta keterbatasan perjalanan lintas negara membuat jumlah peserta internasional belum kembali seperti sebelum pandemi. Pada periode tersebut, perusahaan lokal justru mengambil porsi lebih besar dalam pameran.

Kondisi itu kemudian mendorong Pamerindo untuk memberikan perhatian lebih terhadap pelaku industri dalam negeri, termasuk perusahaan manufaktur dan produsen yang berkembang seiring meningkatnya permintaan pasar kecantikan.

Sejalan dengan pulihnya mobilitas internasional, partisipasi perusahaan dari luar negeri kembali meningkat. Pada 2025, exhibitor internasional disebut telah menyumbang sekitar 60i total peserta.

Bagi Pamerindo, kembalinya peserta internasional menunjukkan kembali terbukanya hubungan bisnis antara industri kecantikan Indonesia dengan pasar global.

Di sisi lain, Cosmobeauté Indonesia juga berupaya memastikan pelaku industri tidak hanya datang untuk melakukan transaksi bisnis.

Pada penyelenggaraan 2026, terdapat 57 program pendukung yang terdiri atas seminar, konferensi, hingga kompetisi. Materi yang diberikan mencakup tren industri, bisnis, regulasi, serta pengembangan kemampuan profesional.

Sejumlah agenda bahkan dirancang untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan industri pada tahun berikutnya. Langkah tersebut dilakukan agar peserta dapat menggunakan informasi yang diperoleh selama pameran sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun strategi bisnis.

Bantu Pelaku Usaha Pahami Regulasi

Meningkatnya keterhubungan pasar kecantikan Indonesia dengan perusahaan internasional juga membawa tantangan lain, yaitu pemahaman mengenai aturan yang berlaku di dalam negeri.

Bagi perusahaan asing yang hendak masuk ke pasar Indonesia, ketentuan mengenai kosmetik dan produk kecantikan dapat menjadi salah satu hal yang perlu dipahami sejak awal. Regulasi BPOM dan persyaratan sertifikasi halal menjadi contoh aspek yang perlu diperhatikan.

Pamerindo kemudian mengambil peran sebagai penghubung antara pelaku industri dengan pihak yang memiliki kewenangan terkait regulasi.

Salah satu caranya dilakukan melalui kegiatan edukasi, termasuk webinar yang menghadirkan lembaga dan asosiasi terkait. Pamerindo juga pernah menggelar sosialisasi mengenai regulasi halal bersama LPPOM MUI bagi exhibitor internasional.

Kristi mengatakan kegiatan tersebut diperlukan agar perusahaan yang ingin memasuki pasar Indonesia memperoleh informasi mengenai prosedur yang harus dipenuhi.

"Pada dasarnya, setiap regulasi yang ada baik BPOM maupun LPPOM MUI itu bagus untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi konsumen Indonesia. Maka penting untuk para exhibitor internasional untuk mengetahuinya dan kami sebagai organizer berusaha untuk menjembatani kebutuhan tersebut," tegasnya.

Produk Lokal Didorong Naik Kelas

Meski jumlah peserta internasional cukup besar, Pamerindo menyebut pengembangan produk dalam negeri tetap menjadi salah satu perhatian Cosmobeauté Indonesia.

Kristi menilai Indonesia memiliki banyak merek kecantikan lokal yang berpotensi tumbuh lebih jauh. Persoalannya, tidak semua pelaku usaha memiliki akses yang sama terhadap jaringan bisnis dan calon pembeli.

Kondisi tersebut terutama dirasakan pelaku usaha kecil dan menengah yang memiliki keterbatasan anggaran untuk mengikuti pameran B2B.

Karena itu, Pamerindo menyediakan pilihan stan dengan ukuran lebih kecil dan biaya yang disesuaikan. Skema tersebut ditujukan agar kesempatan bertemu calon mitra bisnis tidak hanya dimiliki perusahaan dengan kapasitas besar.

Upaya memperkenalkan produk lokal juga dilakukan melalui jaringan pameran Pamerindo di berbagai negara. Pelaku usaha Indonesia yang telah memiliki kesiapan ekspansi dapat memperoleh peluang untuk mengikuti pameran di sejumlah pasar seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina, dan Hong Kong.

Salah satu contohnya adalah keikutsertaan sekitar 10 perusahaan Indonesia dalam paviliun Indonesia di sebuah pameran di Filipina.

Meski demikian, Kristi menilai keberanian masuk pasar luar negeri harus dibarengi kesiapan bisnis. Pelaku usaha perlu memahami kebutuhan konsumen, kapasitas produksi, serta regulasi di negara tujuan.

Selain itu, ia mendorong merek lokal untuk tidak sekadar mengikuti tren global.

"Produk lokal harus terus berinovasi mengikuti permintaan pasar. Namun, jangan sampai kehilangan karakter Indonesia. Kita memiliki kekayaan bahan dan potensi yang bisa dikembangkan menjadi keunggulan produk," ujarnya.

Karakter lokal tersebut, menurut Kristi, dapat menjadi pembeda ketika produk Indonesia bersaing dengan merek dari negara lain. Tren internasional tetap dapat digunakan sebagai referensi, tetapi pengembangan produk perlu disesuaikan dengan identitas serta kebutuhan pasar yang dituju.

Hampir 20 Tahun Menjadi Penghubung Industri

Perjalanan Cosmobeauté Indonesia selama hampir dua dekade menunjukkan perubahan yang terjadi di industri kecantikan. Dari pameran B2B yang awalnya berfokus mempertemukan perusahaan, kini cakupannya berkembang menjadi ruang bisnis sekaligus edukasi dan pengembangan jaringan.

Kristi yang mengikuti perjalanan Cosmobeauté Indonesia sejak edisi pertama berharap platform tersebut dapat terus mempertemukan berbagai pihak dalam rantai industri kecantikan, mulai dari produsen hingga buyer.

"Kami ingin Cosmobeauté Indonesia tetap menjadi wadah bagi industri kecantikan, khususnya B2B, sekaligus menjadi sumber informasi terbaru mengenai perkembangan industri ini. Kami juga berharap semakin banyak produk lokal yang berpartisipasi dan memiliki kesempatan untuk berkembang," tuturnya.

Dengan memperluas kategori, memperbanyak program edukasi, dan memanfaatkan jaringan pameran internasional, Pamerindo ingin Cosmobeauté Indonesia tidak berhenti pada aktivitas transaksi selama tiga hari pameran.

Namun, platform tersebut diarahkan untuk menjadi ruang yang mempertemukan pelaku industri dengan peluang bisnis, informasi pasar, perkembangan teknologi, serta jaringan internasional yang dapat mendukung pertumbuhan industri kecantikan Indonesia dalam jangka panjang.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan